Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Utama Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (15/1/2026), didukung kenaikan saham Morgan Stanley dan Goldman Sachs setelah hasil kuartalan yang menggembirakan.
Sementara itu, hasil laporan keuangan perusahaan chip asal Taiwan TSMC mendongkrak saham produsen Chip AS.
Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 292,81 poin, atau 0,60% ke level 49.442,44, S&P 500 naik 17,87 poin, atau 0,26% ke level 6.944,47 dan Nasdaq Composite naik 58,27 poin, atau 0,25% ke level 23.530,02.
Saham Goldman naik 4,6%, memberikan dorongan terbesar bagi Dow Jones, dan saham Morgan Stanley naik 5,8%.
VOlume perdagangan saham di bursa AS mencapai 19,12 miliar saham dengan rata-rata 16,81 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat Berkat Reli Saham Produsen Cip
Awal pekan ini, bank-bank lain melaporkan hasil yang beragam yang membebani sektor ini, bersamaan dengan kekhawatiran tentang usulan Presiden AS Donald Trump tentang pembatasan suku bunga kartu kredit selama satu tahun hingga 10%.
"Investor masih membeli saham yang undervalued dibandingkan dengan saham teknologi," kata Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.
"Dalam beberapa tahun terakhir, pasar ini selalu berfokus pada pertumbuhan, teknologi, atau kehancuran," katanya.
Saat ini, bank dan perusahaan industri tradisional yang menonjol. Indeks industri S&P 500 kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi.
Saham-saham teknologi juga naik, dipimpin oleh produsen chip. Produsen utama chip kecerdasan buatan canggih dunia, TSMC, memprediksi pertumbuhan tahunan yang kuat dan mengisyaratkan peningkatan kapasitas manufaktur di AS sedang dalam proses. Saham TSMC yang terdaftar di AS melonjak 4,4%.
Baca Juga: Wall Street Tertekan: Nasdaq Ditutup Melemah, Terseret Saham Teknologi & Perbankan
Indeks semikonduktor naik 1,8%. Saham Nvidia, Broadcom, dan saham perusahaan alat pembuatan chip Applied Materials juga naik.
"Terkait sektor teknologi, ada beberapa kekhawatiran mengenai valuasi—bahwa harga saham terlalu tinggi," kata Alan Lancz, presiden Alan B. Lancz & Associates Inc., sebuah perusahaan penasihat investasi yang berbasis di Toledo, Ohio.
"Kekhawatiran itu sedikit mereda pagi ini dengan berita dari Taiwan Semiconductor."
Saham-saham teknologi dan pertumbuhan yang memiliki valuasi tinggi telah kehilangan momentum baru-baru ini karena investor memulai tahun ini dengan mengejar peluang investasi yang menguntungkan.
Hasil laporan kinerja dari bank-bank pada dasarnya telah memulai musim pendapatan kuartal keempat AS. Musim ini akan semakin intensif minggu depan dengan kelompok perusahaan yang lebih beragam yang akan melaporkan hasilnya.
Selanjutnya: OPPO Reno15 Pro Max Indonesia: Spesifikasi dan Prediksi Harga Resmi
Menarik Dibaca: Hemat Maksimal! Subway & Domino's Pizza Tawarkan Paket Makan Rame-Rame Super Murah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
