kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wall Street menguat ditopang optimisme kesepakatan dagang AS-China


Jumat, 11 Oktober 2019 / 22:00 WIB

Wall Street menguat ditopang optimisme kesepakatan dagang AS-China
ILUSTRASI. Bursa Amerika Serikat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street kembali menguat dalam tiga hari berturut-turut lantaran investor berharap perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China menghasilkan kesepakatan perdagangan parsial dan menunda rencana kenaikan tarif impor AS.

Mengutip Reuters, Jumat (11/10), saham Apple Inc mencetak rekor tertinggi dan mendongkrak indeks S&P 500 dan Nasdaq. 

Pada pukul 10.21 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 405,65 poin atau 1,53% je 26.902,32, S&P 500 naik 45,83 poin atau 1,56% ke 2.983,96 dan Nasdaq Composite naik 139,27 poin atau 1,75% ke 8.090,05.

Baca Juga: Inilah lika-liku masa perang dagang AS-China dan reaksi bursa Wall Street

Sektor industri naik 2,2% didorong oleh lonjakan saham Fasternal Co yang naik hingga 15,4%.

Saham Apple naik 1,7% karena Wedbush menaikkan target harga seiring keyakinan pada bisnis layanan video streaming yang baru milik perusahaan.

Sementara saham Intel Corp naik 2,3%, Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc masing-masing naik 2,7%.

Presiden Donald Trump mengatakan, negosiasi perdagangan berjalan dengan baik dan dia akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He. Hari ini perundingan dagang AS-China masuk hari kedua. 

Para analis mengatakan pasar saham butuh petunjuk baru dari putaran negosiasi yang terbaru.

Baca Juga: Wall Street menguat terdongkrak harapan kesepakatan dagang AS-China

"Selama beberapa bulan terakhir, kami melihat perusahaan-perusahaan terpukul karena ketidakpastian perdagangan dan pasar akan mencari petunjuk untuk menghilangkan ketidakpastian itu," kata Scott Brown, kepala ekonom Roymond James di St. Petersburg Florida seperti dikutip Reuters.

"Itu masih akan menjadi satu langkah maju, dua langkah mundur dalam perundingan dagang, tetapi ada harapan untuk eskalasi."


Reporter: Herlina KD
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×