kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Wall Street melorot terseret wacana delisting perusahaan China oleh Gedung Putih


Sabtu, 28 September 2019 / 06:00 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street kompak melorot pada akhir perdagangan Jumat (27/9) pekan ini menyusul laporan bahwa administrasi Trump mempertimbangkan delisting perusahaan-perusahaan China dari bursa saham Amerika Serikat. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran tentang eskalasi perang dagang AS-China.

Dow Jones Industrial Average turun 70,87 poin atau 0,26% ke 26.820,25, S&P 500 turun 15,83 poin atau 0,53% ke 2.961,79 dan Nasdaq Composite turun 91,03 poin atau 1,13% ke 7.939,63.

Baca Juga: Indeks S&P 500 dan Nasdaq terseret penurunan tajam saham Micron

Saham-saham teknologi di S&P seperti SSPLRCT turun 1,3%. Saham Alibaba Group yang terdaftar di Bursa AS, Baidu Inc dan JD.com Inc semuanya juga turun.

Secara mingguan, ketika indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pekan ini, dengan S&P 500 dan Nasdaq yang mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Agustus. 

Sumber Reuters mengatakan, langkah ini akan menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk membatasi investasi AS di perusahaan-perusahaan China.

Pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing dijadwalkan akan berlangsung pada 10 Oktober-11 Oktober 2019, sebelum mulai laporan kinerja kuartal III-2019.

Baca Juga: Wall Street tergelincir karena investor berhati-hati menyikapi laporan whistleblower

"Jika kebijakan kami memicu aksi jual besar-besaran di Shanghai dan itu menciptakan masalah bagi China, itu dapat berdampak negatif pada negosiasi perdagangan yang seharusnya dimulai pada 10 Oktober. Di situlah sumber ketakutan AS," kata Michael O'Rourke , kepala strategi pasar di JonesTrading seperti dikutip Reuters.

Volume transaksi perdagangan di bursa AS mencapai 6,68 miliar saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×