kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wall Street cetak rekor tertinggi, apa saja sentimen pasar pekan depan?


Sabtu, 18 Januari 2020 / 23:57 WIB
Wall Street cetak rekor tertinggi, apa saja sentimen pasar pekan depan?
ILUSTRASI. S&P 500 masih melanjutkan kinerja kuat di awal Januari ini.

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. S&P 500 masih melanjutkan kinerja kuat di awal Januari ini. Sejak awal tahun, Indeks S&P 500 sudah naik 3%, didorong oleh gencatan senjata dalam perang dagang AS-China, suku bunga rendah dan tanda-tanda ekonomi tetap sehat.

Tapi, laporan kinerja dari Netflix, Intel dan Texas Instruments minggu depan mungkin mengisyaratkan potensi kinerja emiten kuartal keempat. Investor mewaspadai kemungkinan tanda bahaya yang dapat menekan Wall Street setelah lonjakan terbaru ke rekor tertinggi .

Analis rata-rata memperkirakan laporan laba per saham emiten penghuni S&P 500 turun 0,8% pada kuartal keempat. Menurut data IBES dari Refinitiv dengan pendapatan teknologi diramal naik 0,6%.

Baca Juga: Wall Street cetak rekor mingguan tertinggi sejak Agustus karena data ekonomi positif

Investor sebenarnya juga memperhatikan sentimen pasar di luar kinerja emiten, seperti rencana rencana investasi tahun ini, mengingat kesepakatan perdagangan fase satu baru ditandatangani antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Perkiraan laba kuartal keempat sedikit menurun setelah pekan ini sejumlah bank besar emiten lainnya merilis kinerja. "Sebagian besar reli yang 2019 adalah untuk mengantisipasi pendapatan yang lebih baik pada 2020," kata Willie Delwiche, ahli strategi investasi di Baird kepada Reuters

"Daripada terperangkap dalam apa yang tercatat pada kinerja kuartal keempat, perhatian akan beralih pada potensi revisi di kuartal pertama dan kedua," kata Delwiche.

Baca Juga: Data pembangunan perumahan AS naik pada Desember, menambah optimisme ekspansi ekonomi

Indeks teknologi informasi S&P, yang mencakup emiten kelas berat seperti Apple, Intel, dan Microsoft, telah memimpin Wall Street dengan kenaikan hampir 6%. Ini naik 50% dari tahun lalu. 

"Akan ada perhatian pada panduan dari emiten untuk penghitungan valuasi setelah kenaikan tajam saham-saham teknologi besar dalam dua bulan ini," kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities kepada Reuters.




TERBARU

Close [X]
×