kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Waktunya akumulasi saat IHSG menyentuh 5.800


Sabtu, 30 Januari 2021 / 09:20 WIB


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakumulasi penurunan hingga 8,82% selama tujuh hari berturut-turut. Jumat (29/1), IHSG kembali anjlok 1,96% ke level 5.862,35.

Vice President RHB Sekuritas Michael Setjoadi menilai, penurunan tersebut lantaran indeks sudah jenuh. Terlebih, IHSG rally terus menerus hingga menyentuh level 6.500.

Rally yang sempat terjadi bahkan membuat price to earning ratio (PER) IHSG sempat menyentuh level 30 kali berdasarkan data Bloomberg. Dengan penurunan yang tengah terjadi, PER indeks pun masih di kisaran 27 kali menurut data Bloomberg. 

Padahal, level wajar berdasarkan konsensus berada pada level 17 kali. "Jadi, wajar kalau ada profit taking," ujar Michael.

Baca Juga: Saham-saham apa yang prospek di Tahun Kerbau Logam? Ini saran dari Suhu Yo

Jika mempertimbangkan valuasi yang ada, level 5.800 merupakan level wajar IHSG saat ini. "Ketika menyentuh level ini, saatnya kembali melakukan akumulasi," imbuh Michael.

Penurunan yang tengah terjadi belum membuat Michael merevisi target IHSG 7.000 di akhir tahun. Target ini bisa tercapai dengan catatan program vaksinasi berjalan efektif sehingga perekonomian kembali pulih.

Baca Juga: Kapitalisasi pasar BEI turun Rp 519,64 triliun dalam sepekan

Baca Juga: Net buy asing Rp 11,11 triliun, investor bisa cermati saham-saham yang diburu asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×