kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.029   29,00   0,17%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Waktu penawaran jadi penyebab rendahnya penjualan sukri SR-010 di tahun ini


Senin, 19 Maret 2018 / 22:10 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran Sukuk Negara Ritel seri SR-010


Reporter: Dimas Andi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengumumkan sukses menjual Sukuk Ritel seri SR-010 sebesar Rp 8,43 triliun dari target awal senilai Rp 8,10 triliun. Meski begitu, hasil ini menjadikan Sukri SR-010 sebagai instrumen ritel syariah dengan penjualan terendah dalam 7 tahun terakhir.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto mengatakan, waktu penawaran yang bersamaan dengan kurang kondusifnya pasar obligasi domestik menjadi penyebab rendahnya penjualan sukri di tahun ini.

Pasalnya, sejak bulan Februari lalu terjadi kenaikan imbal hasil US Treasury akibat sentimen kenaikan Fed Fund Rate Amerika Serikat. Hal itu memicu meningkatnya imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) dan membuat investor asing keluar dari pasar obligasi Indonesia untuk sementara waktu. Ujung-ujungnya, investor ritel juga cenderung hati-hati untuk berinvestasi pada sukri.

Meski begitu, sukri dinilai termasuk instrumen yang bisa digunakan aset lindung nilai ketika terjadi kenaikan suku bunga acuan AS sehingga prospeknya masih tergolong positif di pasar sekunder. “Karena durasinya pendek, dampak kenaikan Fed Fund Rate ke harga sukri relative lebih rendah dibandingkan obligasi bertenor lebih panjang,” terang Handy, Senin (19/3).

Seperti yang diketahui, terakhir kali nilai penjualan sukri di bawah Rp 10 triliun di pasar primer terjadi pada tahun 2011 silam. Kala itu, sukri seri SR-003 hanya mencatatkan nilai penerbitan sebesar Rp 7,34 triliun.

Adapun nilai penerbitan sukri terendah sepanjang sejarah masih dipegang oleh SR-001 yang ditawarkan tahun 2009 silam. Kala itu, pemerintah menjual sukri pertama tersebut sebesar Rp 5,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×