kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wabah virus corona menyebar ke Jepang, USD/JPY masuk tren bullish


Minggu, 23 Februari 2020 / 10:32 WIB
Wabah virus corona menyebar ke Jepang, USD/JPY masuk tren bullish
ILUSTRASI. USD/JPY masih berada dalam tren bullish didorong kekhawatiran pasar terhadap virus corona yang membuat investor beralih ke aset aman.

Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menguat cukup signifikan sejak awal pekan, pasangan mata uang USD/JPY harus ditutup terkoreksi pada perdagangan terakhir pekan ini. Melansir Bloomberg, Jumat (21/2), pergerakan USD/JPY ditutup terkoreksi 0,44% ke level 111,61.`

Namun, Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan USD/JPY masih berada dalam tren bullish didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap virus corona (Covid-19) yang membuat investor beralih ke aset aman.

“Selama pasar masih dibayangi kekhawatiran virus, maka aset safe haven akan diburu. Namun, kali ini pamor safe haven yen memudar di tengah kekhawatiran bahwa virus corona bisa memukul ekonomi Jepang,” terangnya pada Kontan.co.id, Minggu (23/2).

Baca Juga: Xi Jinping: Epidemi corona belum capai puncak

Tren penguatan USD terhadap mata uang Asia sendiri merupakan refleksi ekspektasi pasar bahwa perlambatan ekonomi China akan memukul negara-negara seperti Jepang, Indonesia, dan Thailand lebih besar dari negara lain.

Bahkan virus corona telah merambah ke Jepang. Berdasarkan data Agence France-Presse (AFP), di Jepang sendiri per Jumat lalu terdapat 717 kasus virus corona dengan dua diantaranya dinyatakan meninggal pada Kamis kemarin.

“Virus tersebut juga sudah membuat pertumbuhan di Jepang mengalami kontraksi. PDB Jepang di kuartal IV-2019 terkontraksi 1,6%, lebih besar dari perkiraan kontraksi 1%,” jelasnya.

Buruknya data ekonomi Jepang ditambah penyebaran virus corona berbanding terbalik dengan data ekonomi Amerika Serikat (AS). PDB AS diproyeksikan masih bisa tumbuh 2% dengan data sektor tenaga kerja yang masih solid. Data terakhir menunjukkan Philly Fed manufacturing index naik ke level tertinggi tiga tahun menjadi 36,12 di Februari dari 17 Januari.

Dari segi teknikal, harga masih bergerak di atas MA 20 dan 55, menunjukkan tren masih bullish. Indikator MACD masih berada di area positif. Namun indikator stochastic dan RSI mulai overbought, memungkinkan harga koreksi terlebih dahulu, sebelum melanjutkan trend naiknya.

“Untuk perdagangan Senin besok, level support akan berada di 110,28 dan 109,55. Sedangkan resistance akan berada di level 112,5 dan 113,6,” kata Alwi.

Baca Juga: WHO: Kekhawatiran terbesar, corona menyebar ke negara dengan sistem kesehatan lemah




TERBARU

Close [X]
×