Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi, investor disarankan untuk berinvestasi di aset berisiko rendah, seperti surat berharga negara (SBN).
Head of Fixed Income and Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia, Tony M. Suryo Mulyono mengatakan, volatilitas pasar harus dihadapi dengan perubahan pertimbangan pengelolaan investasi. Terutama, soal horizon waktu, tujuan investasi, profil risiko, dan likuiditas aset.
Di tengah volatilitas pasar, aset dengan imbal hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang bisa lebih baik untuk dipertimbangkan oleh investor.
Baca Juga: Laba Bersih Adira Finance (ADMF) Turun Jadi Rp 1,4 Triliun pada 2024
“Meskipun tumbuhnya sedikit, tetapi kalau secara long run lebih menguntungkan,” ujarnya dalam kegiatan Peluncuran M-STOCK Online Retail Bond Mirae Asset Sekuritas dan DBS Indonesia, Kamis (27/2).
Saat ini, obligasi pemerintah merupakan salah satu pilihan investasi konservatif yang dapat membantu investor ritel dalam menghadapi ketidakstabilan pasar.
Direktur Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia Puneet Punj mengatakan, secara keseluruhan, terlepas dari tantangan eksternal yang ada, pasar obligasi Indonesia di tahun 2025 menawarkan prospek yang menarik bagi para investor.
“Dukungan kebijakan moneter dan fiskal, serta potensi penurunan suku bunga, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan imbal hasil investasi di pasar obligasi domestik,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Sayangnya, investor ritel belum memiliki akses yang mudah untuk berinvestasi di instrumen ini karena memerlukan pembelian minimum.
Oleh karena itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia menghadirkan instrumen investasi baru bagi investor ritel, yaitu obligasi pemerintah di platform M-STOCK. Inisiatif tersebut bertujuan memberikan akses yang lebih mudah dan terjangkau bagi investor ritel dalam berinvestasi di SBN.
Dengan adanya kolaborasi ini, investor memiliki alternatif investasi yang lebih stabil dan dapat digunakan sebagai strategi diversifikasi portofolio, terutama di tengah kondisi pasar yang bervolatilitas tinggi seperti sekarang ini.
CEO Mirae Asset, Tae Yong Shim mengatakan, M-STOCK Online Retail Bond menyediakan akses kepada investor untuk membeli seluruh seri obligasi pemerintah di pasar sekunder, termasuk SBN konvensional dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/sukuk negara), yang memiliki risiko relatif rendah dan dijamin oleh undang-undang.
“Platform ini dirancang dengan teknologi canggih, real-time, tanpa hambatan (seamless), dan terjangkau dengan minimal nominal pembelian Rp1 juta,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga: Indomobil Finance Indonesia (IMFI) Siap Lunasi Obligasi Rp 382 Miliar
Shim mengatakan, obligasi lebih stabil, karena pergerakannya yang lebih pasif di pasar dibandingkan instrumen investasi lain.
Selain itu, investor obligasi juga dapat menerima keuntungan investasi pendapatan tetap yang dibayarkan secara berkala melalui kupon bunga.
“Dengan akses yang lebih mudah ke instrumen obligasi melalui M-STOCK, kami meyakini investor ritel dapat mengembangkan portofolionya secara lebih aman untuk tujuan jangka panjang,” paparnya.
Fitur real-time saat bertransaksi obligasi pada aplikasi M-STOCK dapat hadir berkat dukungan dari Application Programming Interface (API) oleh Bank DBS Indonesia.
Hal ini memungkinkan nasabah Mirae Asset untuk mendapatkan harga terbaik untuk obligasi pemerintah secara langsung, baik untuk transaksi beli maupun jual, sehingga memberikan efisiensi, transparansi, dan efektivitas biaya yang lebih baik.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong, mengatakan, kerjasama itu menggabungkan keahlian Bank DBS Indonesia di bidang perbankan digital dengan kekuatan Mirae Asset di bidang investasi dan manajemen aset.
“Bersama-sama, kami akan meningkatkan aksesibilitas terhadap produk investasi, memperkuat literasi keuangan, dan menumbuhkan budaya investasi yang bertanggung jawab,” paparnya.
Selanjutnya: Penyaluran KPR Tumbuh, Jasindo: Berdampak Positif Terhadap Lini Asuransi Properti
Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (28/7): Dari Cerah hingga Diguyur Hujan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News