kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Virus corona turut membebani gerak IHSG


Minggu, 26 Januari 2020 / 13:18 WIB
Virus corona turut membebani gerak IHSG
ILUSTRASI. Pekerja melintas di dekat layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Saham-saham kelas kakap bisa menjadi pertimbangan investor di tengah tekanan IHSG

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih landai sejak awal tahun 2020. Pada penutupan perdagangan Jumat (24/1), IHSG menurun 0,08% ke level 6.244,11. Sementara itu, dari awal tahun ini IHSG sudah melorot 0,88%.

Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo menuturkan, sejauh ini penurunan IHSG didominasi oleh sentimen negatif dari eksternal, seperti memanasnya geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, kemudian adanya penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF menjadi 3,3% yang mana sebelumnya 3,4%. “Yang terbaru mengenai penyebaran virus corona yang menyebar ke berbagai belahan dunia menjadi kekhawatiran tersendiri,” kata Wisnu kepada Kontan.co.id, Sabtu (25/1).

Meski sejauh ini masih melemah, IHSG diprediksi masih bisa menyentuh ke level 6.600 hingga akhir tahun 2020 atau lebih baik ketimbang tahun 2019.

Adapun sentimen yang dapat menggerakkan IHSG ke level 6.600 yaitu adanya deregulasi kebijakan yang mendorong iklim investasi terus masuk ke Indonesia, selanjutnya belanja pemerintah juga akan lebih baik dibandingkan tahun 2019, serta mulai kondusifnya trade war antara AS dan China. “BI 7-Day RRR relatif rendah di level 5%, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tambah Wisnu.

Senada dengan Wisnu, Investment Specialist Sucor Asset Management Dimas Yusuf menuturkan, kinerja IHSG banyak tertekan oleh sentimen global. Sempat tertekan sentimen geopolitik, saat ini kinerja IHSG juga dipengaruhi adanya isu virus corona. Ia meramal, isu terkait virus corona setidaknya bisa mempengaruhi kinerja IHSG satu bulan hingga dua bulan ke depan.

Sementara sampai akhir tahun nanti, Dimas memprediksi IHSG bisa menyentuh level 6.800 hingga 6.900.

Wisnu melihat beberapa saham yang menarik untuk dikoleksi sekarang ini meliputi sektor keuangan yakni BUKU IV yang secara konsisten meningkatkan laba serta kerap membagi dividen. Dia merekomendasikan investor untuuk buy on weakness saham BMRI dan BBNI.

Selain itu, Wisnu melihat saham dari sektor barang konsumen juga menarik untuk dicermati karena sektor ini memiliki fundamental yang baik, konsisten membagi dividen, dan dari segi bisni, banyak dikonsumsi masyarakat. Bagi investor yang ingin mengoleksi saham dari sektor barang konsumen, dia merekomendasikan untuk buy on weakness saham UNVR, GGRM, HMSP, dan ICBP.

Dia juga menilai saham telekomunikasi menarik seiring dengan era digital dan kebutuhan paket data semakin meningkat sehingga menguntungkan bagi emiten ini, Wisnu menyarankan investor untuk buy on weakness untuk saham TLKM.




TERBARU

Close [X]
×