kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.533   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Valuasi lebih murah, Bursa Emerging menguat


Rabu, 24 September 2014 / 13:27 WIB
ILUSTRASI. Jadwal Imsakiyah Mamuju Selama Ramadhan 2023, Cek di Sini


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

KUALA LUMPUR. Bursa saham negara berkembang menguat siang ini, Rabu (24/9). Valuasi yang sudah terpangkas menjadi daya tarik bagi investor yang ingin belanja saham di harga yang lebih murah. 

MSCI Emerging Markets Index naik 0,2% ke 1.034,82 pada pukul 13.47 waktu Hong Kong. Ini merupakan kenaikan bursa emerging dalam lima hari terakhir. Acuan ini melemah kemarin dan valuasinya terpangkas menjadi 10,9 kali terhadap estimasi laba untuk 12 bulan, terendah sejak Juni. 

Saham-saham di bursa China dan Filipina memimpin penguatan. Megaworld Corp di Manila menyentuh rekor di tengah spekulasi kenaikan harga properti. Sedangkan saham-saham di Tiongkok naik dipicu positifnya proyeksi kondisi manufaktur.

"Banyak ekuitas di Asia turun karena sebelumnya terseret data China. Tapi investor masih banyak melihat apakah target harga akan ditembus," kata Manpreet Sinch Gill, Senior Investment Strategist di Standard Chartered Plc di Singapura. 

Sembilan dari 10 grup industri di bursa emerging menguat hari ini, dipimpin sektor utilitas. MSCI Emerging Markets sudah naik 3,1% tahun ini, berbanding 3,3% MSCI World Index. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×