kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Vale Indonesia akan menggandeng investor strategis

Kamis, 15 Februari 2018 / 08:12 WIB

Vale Indonesia akan menggandeng investor strategis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kenaikan harga nikel mendorong PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melanjutkan proyek yang tertunda. Salah satunya, rencana pembangunan di sekitar wilayah eksplorasi nikel Bahodopi, Sulawesi Selatan dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Dalam catatan manajemen INCO, konsensus analis menyebutkan harga nikel tahun ini akan bergerak di kisaran US$ 12.000 per ton. Artinya, akan ada kenaikan harga nikel sebesar 20% dari harga rata-rata pada 2017.

"Saat harga nikel turun dua dan tiga tahun terakhir, banyak proyek yang ditunda," tutur Direktur Keuangan INCO Febriany Eddy kepada KONTAN, belum lama ini. Nah, saat harga nikel membaik pada tahun ini, tak menutup kemungkinan emiten tersebut akan melanjutkan proyek-proyek yang tertunda.

Febriany juga menyebutkan bahwa INCO tengah menjajaki beberapa calon mitra potensial untuk mengembangkan wilayah eksplorasi nikel di Bahodopi dan Pomalaa. Nantinya, INCO berencana membentuk kerjasama dengan skema joint venture (JV) bersama mitra potensial yang terpilih. "Kami akan membentuk JV karena proyeknya akan besar sekali," ungkap Febriany.

Meski demikian, dia mengklaim masih belum bisa merinci besaran investasi yang dibutuhkan untuk menuntaskan proyek tersebut. Menurut Febriany, jenis pabrik apa yang akan dibangun, seberapa besar kapasitas pabrik nantinya, jumlah suplai bijih nikel yang dibutuhkan, serta besaran harga yang ditetapkan nantinya, masih dalam proses evaluasi.

Saat ini proses evaluasi yang dilakukan sudah mencapai evaluasi teknis. Targetnya, akhir tahun ini INCO sudah bisa menetapkan opsi mana yang dipilih, dari semua tawaran-tawaran kerjasama yang masuk. "Kalau akhir tahun bisa mengerucut, tahun depan kami bisa fokus di bankable feasibility study," ujar Febriany.

Yang jelas, saat ini, ada beberapa calon mitra yang telah menunjukkan minat untuk menggarap kawasan eksplorasi nikel tersebut. "Ada beberapa dari China dan negara barat. Kalau untuk pembangunan smelter, mayoritas dari asing," imbuh Febriany.

Harga saham INCO terus menanjak. Pada transaksi kemarin, harga INCO ditutup naik 0,55% menjadi Rp 3.630 per saham.

Reporter: Nisa Dwiresya Putri
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

EMITEN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0912 || diagnostic_web = 0.6673

Close [X]
×