kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Utang jatuh tempo MEDC di 2012 US$ 534 juta


Rabu, 09 Mei 2012 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. perusahaan farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk SDPC


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memiliki utang jatuh tempo tahun ini mencapai US$ 534 juta dari total utang perusahaan yang mencapai US$ 1,3 miliar. Utang tersebut terbagi antara utang bank senilai US$ 413 juta dan utang obligasi berdenominasi rupiah sebesar US$ 120 juta.

Terkait hal itu, MEDC akan kembali menerbitkan obligasi guna melunasi utang obligasi berdenominasi rupiah yang jatuh tempo tahun ini. "Total utang obligasi dan MTN yang jatuh tempo tahun ini mencapai US$ 120 juta," kata Direktur Keuangan MEDC Syamsurizal Munaf di Jakarta, Rabu (9/5).

Dia menambahkan, MTN jatuh tempo 2012 setara dengan US$ 64,9 juta. "Sedangkan obligasi yang jatuh tempo itu obligasi rupiah yang nilainya setara dengan US$ 56,6 juta," jelasnya. Sayang, ia masih enggan menyebut berapa nominal obligasi yang akan dikeluarkan perusahaan ini.

"Nanti saja kalau sudah waktunya. Untuk denominasinya juga belum," elaknya. Namun, rencananya nilai obligasi yang bakal diterbitkan akan lebih besar dari total utang obligasi jatuh tempo tahun ini. Menurut Syamsurizal, sisa obligasi yang dikeluarkan tahun ini akan digunakan untuk dana belanja modal 2012.

Di sisi lain, Kabiro PKP Sektor Riil Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Anis Baridwan sempat menyebutkan, MEDC akan menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah. Saat ini, dokumen obligasi MEDC memang telah diproses di Bapepam-LK di mana yang menjadi penjamin emisi adalah PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×