kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.566   13,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

UNTR bisa menambang laba dari bus Scania


Jumat, 09 Mei 2014 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) mendapatkan angin segar di tengah masih buruknya bisnis distribusi alat berat. Pada Kamis (8/5) kemarin, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama bilang, PT Transjakarta akan menggunakan bus Scania yang didistribusikan oleh UNTR.

Basuki menilai, harga bus Scania yang sekitar Rp 5,8 miliar per unit memang lebih mahal jika dibandingkan bus asal China yang berharga sekitar Rp 1 miliar-Rp 3 miliar per unit.  Namun, kualitas bus Scania jauh lebih baik ketimbang bus buatan China guna menunjang pelayanan PT Transjakarta.

Beberapa waktu lalu, pengadaan bus asal China memang sempat menyulut amarah Basuki, lantaran bus-bus tersebut sudah berkarat sebelum digunakan untuk melayani pengguna Transjakarta.

Hariyanto Wijaya, Analis Mandiri Sekuritas dalam riset yang dirilis 9 Mei 2014 menulis, keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu bakal berdampak positif pada kinerja keuangan UNTR di tahun 2015 mendatang.

UNTR, hitung Hariyanto, bakal mendapatkan tambahan laba bersih sekitar Rp 290 miliar di tahun depan dari penjualan sekaligus layanan purna jual bus Scania ke Transjakarta.

Proyeksi ini didasarkan pada dua asumsi. Pertama, UNTR dapat menjual setidaknya 500 unit bus Scania di tahun depan. Kedua, margin bersih penjualan Scania diproyeksikan sekitar 10%.

Dengan proyeksi ini, kontribusi bus Scania mencapai 4% dari total laba bersih UNTR di tahun depan yang diprediksi Hariyanto senilai Rp 6,35 triliun.

Hariyanto merekomendasikan "netral" UNTR dengan target harga Rp 23.000 per saham. Pada penutupan perdagangan Jumat (9/5) hari ini, UNTR ditutup menguat 0,34% ke level Rp 22.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×