kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

United Tractors targetkan PLTU PAMA-1 beroperasi pada 2019


Kamis, 03 Mei 2018 / 16:49 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) terus melakukan diversifikasi bisnis anak usaha. Salah satunya diversifikasi di sektor energi. Anak usaha Grup Astra ini menargetkan pembangunan dua pembangkit listrik dalam beberapa tahun ke depan.

Salah satu pembangkit listrik yang dibangun UNTR adalah pembangkit listrik PLTU PAMA-1 berkapasitas 2x15 MW. Pembangkit listrik ini berlokasi di Barunang, Kalimantan Tengah. "Sekarang sudah 80% pembangunannya, kata Iwan Hadiantoro, Direktur Keuangan UNTR, Kamis (3/5).

PLTU tersebut ditargetkan rampung pada 2019. Nantinya, 60% dari listrik yang dihasilkan PLTU ini akan digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan. Sisanya akan dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) sehingga bisa memberikan kontribusi pendapatan ke UNTR di masa mendatang.

Tak cuma di Kalimantan, perusahaan juga tengah membangun PLTU Jawa 4 yang berkapasitas 2x1.000 MW yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah. Progres proyek tersebut sudah mencapai 17,7% dan rencananya akan kelar di semester II-2021. Pembangunan pembangkit ini bekerja sama dengan perusahaan Jepang yakni Sumitomo dan Kansai

Ke depan, UNTR juga berencana untuk bekerja sama lebih lanjut dengan Sumitomo dan Kansai. Hanya saja, kata Hadiantoro, perusahaan saat ini masih berfokus di PLTU Jawa-4.

Investasi untuk kedua pembangkit listrik tersebut sebesar US$ 4 miliar. Sedangkan, total investasi untuk pembangkit yang dilakukan melalui anak usahanya, Pamapersada Nusantara, sebesar US$ 70 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×