kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Unilever kaji kenaikan harga jual


Kamis, 04 September 2014 / 20:03 WIB
ILUSTRASI. Promo J.CO edisi 20-26 Maret 2023 hadirkan 3 penawaran spesialnya sekaligus (Dok/J.CO)


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tampak mengalami perlambatan laba di semester pertama. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya beban perseroan. Untuk membantu raihan keuntungan di semester kedua ini, UNVR pun mengkaji kenaikan harga jual.

"Lihat tergantung dollar seperti apa," ucap Sancoyo Antarikso, Direktur Hubungan Eksternal dan Sekretaris Perusahaan UNVR, Kamis (4/9).

Selain itu, rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pun turut menjadi pertimbangan UNVR. Namun, Sancoyo menegaskan bahwa ini tergantung pada berapa nilai peningkatan harga BBM tersebut. Jika harga BBM hanya naik Rp 500 per liter, maka ia merasa masih bisa menahan harga jual.

Adapun, UNVR telah mengerek harga jual sekitar 5%. Kenaikan tersebut dilakukan pada Maret lalu.

Pada semester pertama, UNVR membukukan laba Rp 2,84 triliun, hanya tumbuh tipis 0,7% dari Rp 2,82 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal penjualannya mampu naik 13,93% dari Rp 15,42 trilun ke posisi Rp 17,58 triliun. Namun, harga pokok penjualannya meningkat 19,97% dari Rp 7,46 triliun menjadi Rp 8,95 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×