kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Turun 3,7%, bursa Jepang terpuruk ke pasar bearish


Rabu, 20 Januari 2016 / 13:50 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Jepang dilanda aksi jual pada hari ini (20/1). Bahkan, penurunannya menyebabkan bursa Negeri Sakura ini terpuruk ke pasar bearish.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan pasar hari ini pukul 15.00 waktu Tokyo, indeks Topix ambles 3,7% menjadi 1.338,97. Dengan demikian, bursa Jepang sudah terpuruk 21% dari posisi tertingginya pada 10 Agustus lalu.

Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average tergerus 3,7% menjadi 16.416,19. Senasib, Nikkei juga sudah mengalami penurunan 21% dari posisi tertingginya pada 24 Juni lalu.

Salah satu penyebab utama aksi jual yang melanda pasar saham Jepang adalah kecemasan investor mengenai outlook perekonomian global. Apalagi, Badan Moneter Internasional (IMF) baru saja memangkas outlook pertumbuhan ekonomi dunia.

"Semuanya melorot. Sangat sulit bagi market untuk rebound, kecuali minyak atau sesuatu lainnya benar-benar sudah menyentuh bottom. Baik itu minyak, dollar-yen, saham AS, saham Hong Kong, atau saham China. Harus ada sesuatu yang rebound," jelas Tsutomu Yamada, market analyst Kabu.com Securities Co di Tokyo.

Sebelumnya, indeks Nikkei pernah jatuh ke bearish market pada Juni 2013, setelah sebelumnya melorot 20% dalam jangka waktu kurang dari sebulan. Meski begitu, indeks Nikkei rebound dalam kurun waktu cepat sebesar 31% dari posisi terendahnya pada 13 Juni 2013 hingga akhir tahun itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×