kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Tunggu rilis data inflasi


Senin, 03 Juni 2013 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Emas Antam.


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rupiah melemah cukup dalam di akhir pekan lalu. Di pasar spot, pasangan USD/IDR naik 0,7% menjadi 9.877. Namun, kurs tengah dollar Amerika Serikat (AS) di Bank Indonesia turun 0,1% menjadi 9.795.

Analis Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, tren pergerakan rupiah masih melemah. Rupiah sedikit tertahan menjelang rilis data ekonomi Indonesia, seperti data inflasi dan neraca perdagangan.

Namun, Reny melihat, rilis data ekonomi tidak akan memberikan tekanan besar pada rupiah. Sebab tidak berubah drastis. Dia memperkirakan, inflasi Mei 5,6%, naik dari 5,5%. Sementara, inflasi bulanan tidak berubah, yaitu sebesar 0,1%.

Namun, menurut dia, permintaan dollar AS yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan impor justru harus diwaspadai. Ini menjadi batu sandungan bagi pergerakan rupiah pada hari ini.

Analis Monex Investindo Futures Albertus Christian memproyeksi, rupiah masih berpotensi menguat. Indeks manufaktur China yang membaik menjadi momentum rupiah menguat.

Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen AS bulan Mei juga membaik. Karena itu, Albertus memprediksi, USD/IDR bisa menurun di 9.750 – 9.970.
Sebaliknya, Reny memperkirakan rupiah melemah. Dia memperkirakan kisaran pergerakan USD/IDR di 9.800 – 9.850.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×