kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Transaksi Tiga Saham Tak Normal


Selasa, 13 April 2010 / 12:57 WIB


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Edy Can

JAKARTA. Jumlah saham yang terindikasi unusual market activity (UMA) alias peningkatan harga dan transaksi saham yang tidak wajar semakin bejibun. Hari ini (13/4), Bursa Efek Indonesia kembali memasukkan tiga saham emiten dalam kategori tidak wajar.

Ketiganya adalah saham PT Agis Tbk (TMPI), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dan PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA). BEI mengatakan peningkatan harga dan volume saham tersebut di luar kebiasaan.

Harga MTDL misalnya. Harga saham tersebut sudah melejit menjadi Rp 129 per saham. Padahal pada 8 April lalu, harga saham MTDL masih sebesar Rp 86 per saham. Volume perdagangannya pun meningkat menjadi 336,53 juta lembar saham. Padahal, jumlah perdagangan MTDL biasanya hanya sebanyak puluhan ribuan lembar saja.

Kondisi serupa juga terjadi pada saham TMPI. Sejak Jumat (9/4) lalu, jumlah transaksi saham TMPI mencapai ratusan juta saham. Pada (12/4) misalnya volume perdagangan saham TMPI mencapai 325,49 juta saham padahal biasanya transaksinya sepi. Harga saham TMPI naik 122,22% menjadi Rp 200 per saham sejak 8 April lalu hingga hari ini.

Sedangkan, harga saham BAPA juga meroket meski volumenya sepi. Harga saham BAPA naik 51% menjadi Rp 150 per saham sejak Senin lalu jika dibandingkan pada 6 April lalu.

Atas ketidakwajaran ini, Direktur BEI meminta investor tetap memantau informasi yang disampaikan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×