kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Tiga indeks utama Wall Street melemah pada Selasa (14/9)


Rabu, 15 September 2021 / 05:46 WIB
Tiga indeks utama Wall Street melemah pada Selasa (14/9)
ILUSTRASI. Wall Street melemah pada hari Selasa karena ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya kemungkinan kenaikan tarif pajak perusahaan.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street melemah pada hari Selasa karena ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya kemungkinan kenaikan tarif pajak perusahaan. Kedua hal ini mengurangi sentimen investor dan mendorong aksi jual yang luas meskipun ada tanda-tanda meredanya inflasi.

Selasa (14/9), Dow Jones Industrial Average turun 292,06 poin atau 0,84% menjadi 34.577,57. Indeks S&P 500 kehilangan 25,68 poin atau 0,57% pada 4.443,05. Nasdaq Composite turun 67,82 poin, atau 0,45%, menjadi 15.037,76.

Semua 11 sektor utama di S&P 500 mengakhiri sesi dengan merah. Sektor energi dan keuangan mencatat persentase penurunan terbesar. 

Selama bulan September, S&P 500 turun hampir 1,8% bahkan ketika indeks acuan ini naik lebih dari 18% sejak awal tahun. 

Baca Juga: IHSG Rabu (15/9) Akan Dipengaruhi Data Neraca Perdagangan

Optimisme memudar sepanjang sesi perdagangan semalam, membalikkan reli awal menyusul laporan indeks harga konsumen Departemen Tenaga Kerja. Ketiga indeks saham utama AS berakhir di wilayah negatif sebagai pengingat bahwa September adalah bulan yang suram secara historis untuk saham.

"Ada kemungkinan bahwa pasar hanya siap untuk melewati koreksi yang terlambat," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York kepada Reuters. Dia menambahkan, September cenderung menjadi periode window dressing bagi fund manager.

Munculnya varian Delta Covid yang sangat menular telah mendorong peningkatan sentimen bearish terkait pemulihan dari krisis kesehatan global. Investor dan pelaku pasar memperkirakan koreksi substansial di pasar saham pada akhir tahun.

Baca Juga: Terdorong katalis neraca perdagangan Indonesia, ini proyeksi IHSG untuk Rabu (15/9)

"Kami masih dalam mode koreksi yang telah diminta orang selama berbulan-bulan," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago. Nolte menyebut, titik data ekonomi telah meleset dari perkiraan dan bertepatan dengan peningkatan varian Delta.

Laporan CPI menyampaikan pembacaan Agustus yang lebih rendah dari konsensus. Perlambatan ini mendukung pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell bahwa lonjakan inflasi bersifat sementara dan menenangkan kekhawatiran pasar bahwa bank sentral akan mulai mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat dari harapan.

Kenaikan pajak perusahaan menjadi 26,5% dari 21% jika Demokrat meloloskan RUU. Rencana ini termasuk dengan hasil dengan paket anggaran US$ 3,5 triliun Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham pilihan untuk ide perdagangan Rabu (15/9)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×