kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Berpotensi Bawa Sentimen Positif bagi IHSG


Senin, 26 Januari 2026 / 20:08 WIB
Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Berpotensi Bawa Sentimen Positif bagi IHSG
ILUSTRASI. IHSG diprediksi akan merespons positif terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian pelaku pasar dan dinilai membawa sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut pasar berharap kehadiran Thomas dapat memperkuat sinergi antara BI dan pemerintah, khususnya dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih selaras.

“Yang diharapkan pelaku pasar adalah Thomas Djiwandono bisa menjembatani Bank Indonesia dengan pemerintah, agar sinergi dalam penetapan kebijakan fiskal, kebijakan riil, maupun kebijakan moneter bisa semakin kuat demi kemandirian perekonomian Indonesia,” ujar Nafan kepada Kontan, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: BEI Sebut Danantara Mulai Masuk Pasar Modal Tahun 2026, Begini Bocorannya

Menurut Nafan, koordinasi kebijakan yang solid berpotensi menciptakan stabilitas makroekonomi yang lebih terjaga, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.

Sentimen positif ini turut mewarnai pergerakan IHSG yang ditutup menguat 0,27% ke level 8.975,33 pada perdagangan Senin (26/1/2026). Meski penguatan masih terbatas, pasar mulai merespons berbagai katalis domestik di tengah dinamika global.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga mempertimbangkan kemungkinan The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya dengan nada yang lebih dovish, seiring harapan pemangkasan suku bunga di pertengahan tahun. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun melandai dan menopang aset berisiko.

Baca Juga: BEI Sebut Danantara Mulai Masuk Pasar Modal Tahun 2026, Begini Bocorannya

Ke depan, Nafan memproyeksikan IHSG pada perdagangan Selasa (27/1/2026) bergerak di rentang support 8.890 dan 8.823 serta resistance 8.999 dan 9.076, dengan sentimen domestik, termasuk dinamika kebijakan ekonomi, tetap menjadi perhatian utama investor.

Selanjutnya: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Axis International Adjusters

Menarik Dibaca: Hujan Petir di Pagi Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (27/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×