kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tertekan neraca pembayaran


Jumat, 15 Februari 2013 / 07:28 WIB
ILUSTRASI. Peserta BPJamsostek menggunakan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik di kantor cabang Menara BPJamsostek Jakarta, KONTAN/Carolus Agus Waluyo/21/07/2020.


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Di pasar spot, pasangan USD/IDR naik 0,22% menjadi 9.656. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia (BI) juga naik 0,13% menjadi 9.660.

Veni Kriswandi, Head of Trading Commonwealth Bank mengatakan, sinyal pelemahan rupiah terlihat sejak dua hari lalu. Arus dana asing berkurang karena defisit current account Indonesia yang mencapai US$ 7,76 miliar pada kuartal IV-2012. Selain itu, permintaan dollar AS di dalam negeri juga tidak menunjukkan tanda-tanda pengurangan. Prediksi Veni, rupiah akan tertekan dengan pergerakan 9.630 – 9.680 hari ini.

Zulfirman Basir, analis Monex Investindo Futures menambahkan, defisit current account Indonesia membuat investor khawatir terhadap kemampuan pembiayaan Indonesia. Ia memperkirakan, USD/IDR akan cenderung menguat terbatas di kisaran 9.640 – 9.715 hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×