kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tertekan neraca pembayaran


Jumat, 15 Februari 2013 / 07:28 WIB
ILUSTRASI. Peserta BPJamsostek menggunakan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik di kantor cabang Menara BPJamsostek Jakarta, KONTAN/Carolus Agus Waluyo/21/07/2020.


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Di pasar spot, pasangan USD/IDR naik 0,22% menjadi 9.656. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia (BI) juga naik 0,13% menjadi 9.660.

Veni Kriswandi, Head of Trading Commonwealth Bank mengatakan, sinyal pelemahan rupiah terlihat sejak dua hari lalu. Arus dana asing berkurang karena defisit current account Indonesia yang mencapai US$ 7,76 miliar pada kuartal IV-2012. Selain itu, permintaan dollar AS di dalam negeri juga tidak menunjukkan tanda-tanda pengurangan. Prediksi Veni, rupiah akan tertekan dengan pergerakan 9.630 – 9.680 hari ini.

Zulfirman Basir, analis Monex Investindo Futures menambahkan, defisit current account Indonesia membuat investor khawatir terhadap kemampuan pembiayaan Indonesia. Ia memperkirakan, USD/IDR akan cenderung menguat terbatas di kisaran 9.640 – 9.715 hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×