kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Terseret krisis Evergrande, harga Bitcoin terjungkal ke US$ 42.000


Senin, 20 September 2021 / 23:25 WIB


Sumber: CoinDesk | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin anjlok pada Senin (20/9) menyusul kekhawatiran atas krisis Evergrande Group di China dan kehati-hatian menjelang pertemuan bank sentral AS Federal Reserve minggu ini. 

Spekulasi tentang Pemerintah Amerika Serikat (AS) bisa mendeklarasikan stablecoin sebagai risiko terhadap sistem keuangan menambah ketidakpastian di pasar kripto.

Mengacu data CoinDesk, harga Bitcoin terjungkal ke US$ 42.527,50 pada Senin (20/9), anjlok 7% lebih dibanding posisi 24 jam sebelumnya.

Pasar kripto yang lebih luas bak lautan merah, dengan kerugian, misalnya, Ethereum dan Cardano berkisar 8% dan Dogecoin 10%.

“Investor terlihat mengambil risiko di tengah kekhawatiran bahwa krisis Evergrande Group bisa menjadi masalah sistemik bagi pasar global,” kata Pankaj Balani, CEO Delta Exchange, seperti dikutip CoinDesk.

Baca Juga: Krisis Evergrande membuat harga Bitcoin dan aset kripto lainnya memerah

"Pasar juga akan melihat komentar The Fed akhir pekan ini untuk memastikan tidak ada perubahan likuiditas dari bank sentral (AS)," ujar dia.

Selain faktor makro, tindakan regulasi yang akan datang pada stablecoin, mata uang kripto yang dipatok dalam dollar AS yang menjanjikan stabilitas dan bertindak sebagai pintu gerbang ke pasar kripto, bisa menambah tekanan jual Bitcoin.

Sebuah artikel yang diterbitkan The New York Times pada Minggu (19/9) menyebutkan, regulator AS khawatir stablecoin bisa menjadi sumber volatilitas dan membawa risiko bagi sistem keuangan.

Sementara laporan Bloomberg baru-baru ini mengatakan, para pejabat AS sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan tinjauan formal oleh Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan apakah stablecoin menimbulkan ancaman ekonomi. 

Total kapitalisasi pasar semua stablecoin, termasuk tether, melonjak hampir 10 kali lipat menjadi US$ 115 miliar dalam 12 bulan terakhir. Tindakan keras regulasi bisa membawa efek buruk jangka pendek ke pasar kripto.

Selanjutnya: Tidak lagi fenomenal, kapitalisasi pasar Dogecoin terjun bebas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×