Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Uji Agung Santosa
JAKARTA. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tengah mencari sumber pendanaan untuk membiayai anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini. Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ini menjajaki pinjaman senilai US$ 150 juta.
Sejumlah bank siap mengucurkan pinjaman kepada Telkomsel, antara lain Australia and New Zealand Bank, Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank of Tokyo. "Semua sedang dijajaki, kami belum bisa banyak disclose," ungkap Vice President Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati kepada KONTAN, Senin (23/3).
Pada tahun ini, Telkomsel menyiapkan belanja modal antara Rp 12 triliun hingga Rp 13 triliun. Jumlah tersebut setara 18%-20% dari target pendapatan sepanjang tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp 70 triliun.
Belanja modal Telkomsel tersebut sekitar 55% dari total capex TLKM yang sebesar Rp 20 triliun hingga Rp 22 triliun. "Sebagian besar capex untuk pembangunan jaringan," ungkap Adita. Telkomsel merupakan tulang punggung Grup Telkom. Pada tahun lalu, pendapatan Telkomsel tumbuh 10,4% year-on-year (yoy) menjadi Rp 66,25 triliun. Adapun laba bersih menanjak 11,9% (yoy) menjadi Rp 19,4 triliun.
Sedangkan tahun lalu, TLKM membukukan pendapatan Rp 89,7 triliun. Ini berarti, pendapatan Telkomsel menyumbangkan hingga 73,8% ke total pendapatan konsolidasi TLKM.
Telkomsel membukukan pendapatan Rp 15,6 triliun dari segmen layanan digital, yang terdiri dari mobile broadband dan digital services. Jumlah tersebut meningkat 33,9% ketimbang realisasi tahun 2013. Pendapatan layanan mobile data dan fixed broadband meningkat 20,8% (yoy) menjadi Rp 18,6 triliun.
Sepanjang tahun lalu, Telkomsel mencatat penambahan jumlah pelanggan sebanyak 9,1 juta, sehingga operator seluler terbesar di tanah air ini menggenggam 140,6 juta pelanggan.
Ariyanto Kurniawan, analis Mandiri Sekuritas, dalam riset 9 Maret 2015 mengatakan, laba bersih TLKM di bawah prediksi Mandiri Sekuritas dan konsensus, yakni Rp 15,2 triliun-Rp 15,3 triliun (Harian KONTAN, 10 Maret 2015). Harga saham TLKM kemarin ditutup tidak berubah dari posisi Rp 2.920 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News