kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Telkom (TLKM) Targetkan Bisa Memasarkan 50% Kapasitas Satelit Merah Putih 2 di 2024


Minggu, 12 Mei 2024 / 19:02 WIB
Telkom (TLKM) Targetkan Bisa Memasarkan 50% Kapasitas Satelit Merah Putih 2 di 2024
ILUSTRASI. Peluncuran roket berisi Satelit Merah Putih 2 milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bersama anak usahanya, Telkomsat, di Cape Canaveral, Florida, AS pada Selasa (20/2) atau Rabu (21/2) pukul 03.11 WIB.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Wahyu T.Rahmawati

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satelit Merah Putih 2 milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mulai kebanjiran permintaan kontrak. Sejak mengudara pada 21 Februari 2024, Telkom sudah mengantongi lima kontrak. 

Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Bogi Witjaksono menyampaikan Satelit Merah Putih 2 sudah beroperasi dan sudah mulai menerima kontrak. 

"Sudah ada lima kontrak dari dalam maupun luar negeri. Namun untuk nilai kontraknya saya belum tahu karena kami harus cek jangka waktu kontraknya berapa tahun," kata dia kepada Kontan.co.id belum lama ini. 

Meski begitu, Bogi memastikan lima kontrak yang sudah diterima Telkom itu mempunyai volume yang cukup besar. Menurutnya satu kontrak mengonsumsi 1 Gbps–2 Gbps. 

Baca Juga: Pesta Dividen Belum Usai, Ini Rekomendasi Saham Layak Koleksi Pilihan Analis

Heri Supriadi, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Indonesia menambahkan dalam pipeline Telkom sudah ada beberapa permintaan kontrak yang masuk. 

"Sebenarnya kami ingin tahun ini bisa menjual sekitar 40%–50% dari total kapasitas yang Satelit Merah Putih 2 miliki," ujar  Heri. 

Adapun satelit Merah Putih 2 dengan memiliki hingga 32 Gbps ini akan membawa transponder aktif yang terdiri dari frekuensi C-band dan Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia. 

Dia berharap Satelit Merah Putih 2 ini bisa balik modal dalam jangka waktu tujuh tahun setelah diluncurkan. Adapun untuk membangun satelit anyar ini, TLKM menggelontorkan Rp 3,5 triliun. 

Baca Juga: Jangan Kelewatan! Ini Jadwal Pembagian Dividen Telkom (TLKM) Senilai Rp 17,68 Triliun

"Biasanya jangka waktu penggunaan satelit sekitar 15 tahun. Harapannya setengah waktu dari situ bisa balik modal," ucap Heri. 

Sejatinya Satelit Merah Putih 2 akan menyasar bisnis wholesale dan enterprise. Sebagai backhaul, satelit anyar ini akan dapat digunakan oleh VAST operator dan mobile operator. 

Kemudian dari sisi enterprise, satelit ini bisa menyasar segmen pertambangan dan maritim. Khususnya area memang belum dan tidak terjangkau oleh daerah oleh layanan terestrial. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×