kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Tekanan terhadap bursa Asia masih terus berlanjut


Jumat, 26 Agustus 2016 / 08:26 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia masih terlihat tertekan di transaksi akhir pekan ini, Jumat (26/8). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.21 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4%. Sepanjang pekan ini, bursa Asia sudah tertekan 0,5%.

Sedangkan data CNBC menunjukkan, indeks S&P ASX 200 Australia turun 0,2% dengan hampir seluruh sektor jatuh di awal perdagangan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,84%. Penurunan terjadi setelah data yang dirilis pemerintah menunjukkan indeks harga konsumen bulan Juli mencatatkan penurunan. Hal ini memicu kecemasan mengenai efektivitas kebijakan stimulus yang dikucurkan pemerintah.

Sedangkan indeks Kospi turun 0,58%.

Di sisi lain, pasar saham China akan menjadi fokus utama pasar Asia hari ini setelah kemarin dilanda aksi jua besar-besaran. Pelaku pasar kemarin mencemaskan mengenai ketersediaan dana tunai di sistem perbankan, bersamaan dengan kecemasan mengenai bubble pasar properti.

"Trader tidak akan terlalu senang dengan hengkangnya dana panas. Kita akan melihat aksi jual di pasar saham dan emas," jelas Naeem Aslam, chief market analyst ThinkMarkets.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×