kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Tahun ini investor asing gencar melantai di bursa


Selasa, 08 Maret 2016 / 15:12 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Tren investor asing melantai di pasar modal Indonesia pada tahun ini terus menggeliat.

Nicky Hogan, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku, tren tersebut sangat positif bagi perkembangan pasar modal di tanah air. 

"Hal yg menggembirakan bila asing tetap peracaya dengan perekonomian Indonesia, tidak ada yang ditakutkan. Di satu sisi, mungkin perlu berahati-hati. Tapi yang lebih penting adalah kita berharap investor lokal tetap mengimbangi kepemilikan asing," ujar Nicky kepada KONTAN, Selasa (8/3).

Nicky menambahkan, sangat penting bagi investor domestik memiliki prinsip kehati-hatian. Kendati, kata Nicky, sejauh ini indikator perkonomian Indonesia menunjukkan hal positif.

Nicky mengakui, selama ini investor asing masih sensitif terhadap turbulensi ekonomi global. Karena investor bertransaksi secara cepat antar negara. 

Sedangkan investor domestik tidak melakukan transaksi internasional. Karena itu, Nicky berharap, investor domestik cukup bertransaksi di dalam negeri dan menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Belakangan ini, lanjut Nicky, dana asing memang terus mengalir ke dalam negeri seiring dengan gejolak ekonomi global. 

Suku bunga negatif di beberapa negara membuat investor cenderung menarik dananya dan masuk ke pasar modal dengan yield tinggi, seperti Indonesia.

Masuknya aliran dana asing ke dalam negeri membuat iklim investasi semakin membaik. Imbasnya positif bagi nilai tukar rupiah. "Apalagi, disertai dengan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia," tandas Nicky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×