kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Tahun depan, Adaro Energy (ADRO) akan ajukan perpanjangan kontrak


Selasa, 12 Mei 2020 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. Adaro Energy (ADRO) bakal mengajukan perpanjangan kontrak di awal tahun 2021.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bakal mengajukan perpanjangan kontrak di awal tahun 2021. Rencana ini diungkapkan oleh CEO Adaro Garibaldi Boy Thohir, Selasa (12/5), pada saat silaturahmi virtual.

Kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir tersebut mengatakan pengajuan perpanjangan kontrak tersebut tak ada sangkut pautnya dengan RUU Minerba yang saat ini tengah dibahas di rapat paripurna DPR.

"Dalam perjanjian PKP2B yang lalu, ada perpanjangan 10 tahun ditambah 10 tahun. Jadi memang Adaro dari awal waktu kami bernegosiasi, kami punya hak dalam perjanjian tersebut," jelas Boy.

Baca Juga: Ini alasan Adaro Energy (ADRO) tak revisi target di tengah tekanan pasar batubara

Dalam perjanjian tersebut, jelas Boy, Adaro dapat mengajukan perpanjangan kontrak dua tahun sebelum kontraknya berakhir. Adapun kontrak Adaro berakhir pada 2022. Dus, pada awal tahun depan Boy akan mengajukan perpanjangan.

Soal RUU Minerba, Boy berpendapat sektor industri batubara sudah semestinya mendapat perpanjangan kontrak. "Freeport saja sudah dapat perpanjangan, masa batubara yang dimiliki oleh pengusaha nasional tidak diberi perpanjangan. Pemerintah harus menaati sanctity of contract," jelas dia.

Baca Juga: Kabar Baik Buat Taipan Tambang, Ada Jaminan Perpanjangan Izin Tambang di RUU Minerba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×