kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45922,49   -13,02   -1.39%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tahun 2023, Modern Internasional (MDRN) Bakal Rambah Bisnis Medical


Kamis, 29 Desember 2022 / 15:51 WIB
Tahun 2023, Modern Internasional (MDRN) Bakal Rambah Bisnis Medical
ILUSTRASI. Produk digital printing mesin foto kopi fotokopi Ricoh PT Modern Internasional Tbk MDRN


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Modern Internasional Tbk (MDRN) targetkan pendapatan bisa mencapai Rp 66 miliar di tahun 2022. Sementara di tahun 2023 mendatang,  Modern Internasional berharap pendapatan bisa setara dengan pencapaian di tahun 2022.

Direktur MDRN Laurentius Linggodigdo mengatakan perseroan akan lanjutkan ekspansi bisnisnya di tahun 2023. Salah satunya, mereka akan terjun ke bisnis medical atau kesehatan.

Dia mengatakan, perseroan telah memiliki pengalaman maupun koneksi pelanggan dan prinsipal, yaitu LG.

“Rencana bisnis di 2023, kami akan masuk ke bisnis medical jadi bisnis ini kami akan menyediakan modality atau alat-alat rumah sakit dan fasilitas kesehatan,” jelasnya dalam paparan Public Expose secara virtual, Kamis (29/12).  

LG Electronics merupakan salah satu pionir di industri penyedia alat kesehatan (modality) yang fokus dalam Monitor Dicom Medical Grade serta Digital Radiography (DR) Flat Panel Detector (FPD) untuk mendukung kegiatan operational dan diagnostic di bidang kesehatan.

Dalam rencana bisnis itu, berikut adalah beberapa produk yang akan diluncurkan di tahun depan yakni produk Monitor Dicom Medical Grade dengan berbagai variasi yaitu series Clinical, Diagnostic, Surgical dan Mammograf.

Baca Juga: Modern Internasional (MDRN) Berupaya Meningkatkan Kinerja Keuangannya di Tahun 2022

Ia menjelaskan, Monitor Clinicial digunakan sebagai monitor untuk mengoperasikan alat medis seperti radiologi, XRay, CT dan MRI serta alat modality medis lainnya.

Kemudian Monitor Diagnostic digunakan untuk sebagai alat membaca hasil radiologi dan medical result lainnya dengan kemampuan menampilkan gambar dengan kualitas dan resolusi yang sesuai dengan standar medis internasional.

Sementara Monitor Diagnostic digunakan para dokter untuk menggantikan hasil yang selama ini di print menggunakan printer dry thermal dan film paper khusus untuk pemeriksaan medis yang mulai ditinggalkan dan beralih ke paperless dan digital serta dapat disimpan di cloud system medis.

Monitor Surgical digunakan untuk alat yang disambungkan dengan body camera yang digunakan untuk pemeriksaan lanjutan dan dimasukkan ke dalam tubuh pasien.

“Monitor menjadi sangat vital dan penting peranannya untuk sebagai mata dari operator dan dokter yang mengoperasikan alat tersebut. Kami yakin produk ini akan semakin dibutuhkan di dunia kesehatan yang semakin paperless,” jelasnya.

Adapun, produk Monitor Mammograf yang digunakan untuk khusus pemeriksaan dan membaca hasil analisa pemeriksaan mammograf. Terutama khusus untuk bidang kanker dan pemeriksaan payudara yang saat ini menjadi concern dan penting di era ini.

Selain fokus pada penyedia monitor untuk medis, MDRN bersama dengan LG Electronics komit untuk fokus dan memasarkan produk Digital Radiografy Flat Panel Detector (FPD) untuk fokus pada momentum peralihan dari era analog maupun CR (Computer Radiografy) menjadi era fully Digital Radiografy (DR).

Flat Panel Detector memungkinkan user untuk dapat langsung mendapatkan hasil analisa dari exposure XRay untuk langsung dapat dilihat dan dianalisa untuk mengambil tindakan yang lebih akurat, detail, jelas dan cepat.

 

Hasil dari Digital Radiografy berupa File Dicom yang dapat langsung ditampilkan di Monitor Dicom di atas serta dapat disimpan dan di shere langsung di dalam arsip komputer, sistem PACS di Rumah sakit serta dapat di upload di cloud system dari pemerintah maupun swasta.

“Hal ini sesuai dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah bersama Kementerian Kesehatan ke depannya,” sambungnya.

Perusahaan yakin kondisi pasar dan market medical business di Indonesia khususnya dan dunia sangat besar dan akan selalu berkembang.

Laurentius menambahkan, perusahaan akan memasarkan produk tersebut kepada rumah sakit pemerintah, swasta, klinik dan unit usaha medis lainnya.

“Serta juta didukung oleh direct sales dan berbagai channel distribusi lainnya,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×