kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Suspensi Saham Garda Tujuh Buana (GTBO) Dibuka Lagi, Sudah Naik 40% sejak Awal Tahun


Jumat, 06 Januari 2023 / 07:49 WIB
Suspensi Saham Garda Tujuh Buana (GTBO) Dibuka Lagi, Sudah Naik 40% sejak Awal Tahun
ILUSTRASI. Perusahaan pertambangan PT GARDA TUJUH BUANA, TBK (GTBO). Foto: DOK GTBO (gtb.co.id)


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya membuka gembok perdagangan alias suspensi saham PT Garda Tujuh Buana Tbk.

Pembukaan suspensi alias penghentian sementara perdagangan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk berdasarkan pengumuman BEI bernomor Peng-UPT-00001/BEI.WAS/01-2023.

Pada surat BEI yang ditandangani oleh Lidia M. Panjaitan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Pande Made Kusuma Ari A. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan pada 5 Januari 2023 menyebutkan Menunjuk Pengumuman Bursa No.: Peng SPT-00001/BEL.WAS/01-2023 tanggal 4 Januari 2023, perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO).

Ia menyebutkan, BEI mengumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I, tanggal 6 Januari 2023, hari ini.

Seperti kita tahu, suspensi saham GTBO dilakukan pada perdagangan Kamis (5/1) melalui surat Peng-SPT-00001/BEI.WAS/01-2023.

 

Menurut BEI suspensi saham GTBO ini berhubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO)

Suspensi ini dilakukan dalam rangka cooling down sehingga PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO).

Baca Juga: Garda Tujuh Buana (GTBO) Catatkan Produksi Batubara 1,5 Juta Metrik Ton

Penghentian sementara perdagangan Saham GTBO pada perdagangan tanggal 5 Januari 2023 tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Menurut pertimbangan BEI tujuan suspensi saham GTBO untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO).

Rabu (4/1) saham GTBO (Garda Tujuh Buana Tbk) ditutup di harga Rp 246 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni Rp 222 di perdagangan 3 Januari 2022, berarti harga saham GTBO sama dengan harga sebelumnya 10,8%. 

Pada awal perdagangan, 4 Januari 2022 saham GTBO dibuka pada harga Rp 246 per saham  dan ditutup pada harga Rp 246 per saham dengan total volume perdagangan 1,856,500 saham.

Sebagai gambaran, harga saham GTBO memang sudah naik 40% jika dibandingkan dengan posisi harga di akhir tahun 2022 (30/12/2022) yang mencapai 175 per saham.

Berdasarkan pemberitaan KONTAN, sebelumnya, GTBO menunggangi pasar batubara yang masih panas, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) memasang target bisnis yang agresif pada 2023. 

GTBO membidik volume produksi batubara sebanyak 2,6 juta metrik ton di sepanjang 2023 ini. Sebagai pembanding, hingga akhir Desember 2022, volume penjualan batubara perusahaan tersebut sudah mencapai 1,5 juta ton.

Seperti halnya 2022, GTBO bakal menargetkan penjualan 2,6 juta ton batubara alias 100% poduksi 2023 ke pasar ekspor. 

Perinciannya, sebanyak 780.000 ton akan menyasar pasar China, 600.000 ton ke Thailand, 500.000 ton ke India. Sedangkan sisanya akan diekspor ke Vietnam.

Pasar Vietnam merupakan negara baru yang menjadi tujuan GTBO dalam memperluas pasar ekspor pada tahun 2023 mendatang.

"Kami menargetkan produksi batubara pada tahun depan mencapai 2,6 juta ton. Jika dikonversikan, maka nilainya setara US$ 80 juta hingga US$ 90 juta," ungkap Octavianus Wenas, Direktur PT Garda Tujuh Buana Tbk, dikutip harian KONTAN (14/12/2022).

Tidak cukup sampai di situ, manajemen GTBO juga telah memiliki enam kontrak baru untuk periode Januari hingga Juni 2023. 

Octavianus mengatakan, kontrak tersebut merupakan kerja sama GTBO dengan perusahaan luar negeri dalam hal segmen bisnis mereka di batubara.

"Kerja samanya baru akan berjalan tahun depan, jadi belum bisa kami sampaikan bagaimana detailnya, tentu dengan perusahaan luar negeri karena produksi batubara kami tidak bisa dipasarkan di domestik," kata dia.

Octavianus menjelaskan nilai kalori batubara yang diproduksi GTBO tidak memenuhi nilai kadar yang dibutuhkan pasar Indonesia yang sebanyak 4.000 kcal per kilogram. 

"Mengapa kami mengekspor 100% produksi kami, karena kadar kalori batubara yang kami produksi hanya 3.000 kcal per kilogram. Ini lebih rendah dari batas minimum kebutuhan di Indonesia yang sebanyak 4.000 kcal per kilogram," ungkap dia.

Sebelumnya, Garda Tujuh Buana memiliki kontrak baru dari tiga pembeli, dengan total pengiriman volume batubara 1,4 juta ton. Pasarnya adalah China, Thailand dan India. Hingga akhir kuartal III-2022, GTBO meraih pendapatan US$ 33,54 jutadan laba bersih US$ 3,06 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×