kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Surya Pertiwi (SPTO) Alokasikan Capex Senilai Rp 50 Miliar Tahun Ini


Jumat, 27 Januari 2023 / 20:15 WIB
Surya Pertiwi (SPTO) Alokasikan Capex Senilai Rp 50 Miliar Tahun Ini
ILUSTRASI. Aktivitas?pabrik Surya Pertiwi (SPTO). Surya Pertiwi (SPTO) menganggarkan belanja modal serupa dengan tahun lalu.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten distributor alat sanitasi dan perlengkapan kamar mandi PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) tahun ini menyiapkan belanja modal atawa capex senilai Rp 50 miliar. Direktur SPTO Irene Hamidjaya menuturkan nilai ini hampir sama dengan alokasi capex tahun lalu yang digunakan untuk biaya pemeliharaan.

"Kalau untuk general capex tahun ini mungkin hampir sama seperti tahun lalu, sekitar Rp 50 miliar," ujar Irene kepada Kontan.co.id, Jumat (27/1).

Lantaran belum ada rencana ekspansi yang dilakukan, Irene juga mengatakan bahwa SPTO telah melakukan ekspansi pabrik di Gresik, Surabaya. Dia bilang, lahan yang dimilikinya tersebut untuk 10 lini produksi, tapi saat ini baru berkembang menjadi dua pabrik. 

Baca Juga: Surya Pertiwi (SPTO) Membayar Dividen Interim Dengan Yield 4,13%, Ini Jadwalnya

Irene melanjutkan, pihaknya masih mewaspadai dampak ekonomi global terhadap Indonesia. Tapi untuk ekonomi domestik, lanjutnya, data makro dalam negeri masih terlihat cukup bagus sehingga SPTO masih memperkirakan bisa ada pertumbuhan di tahun ini.

Surya Pertiwi tidak mengelaborasi target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang dituju tahun ini. Lebih lanjut, SPTO menilai bahwa tantangan bisnis akan datang dari luar Indonesia dan dapat mempengaruhi daya beli konsumen.

Baca Juga: Fidelity Funds Terus Akumulasi Saham Surya Pertiwi (SPTO), Valuasi Memang Lebih Murah

Namun begitu, SPTO masih melihat banyak potensi di dalam negeri, seperti harga komoditas yang tinggi dan fakta bahwa penduduk Indonesia masih terus bertambah dan membutuhkan rumah.

"Mengenai gambaran kinerja, untuk tahun 2022, berdasarkan hasil yang belum diaudit, kinerja dan penjualan sesuai ekspektasi," pungkas Irene.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×