kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Surya Esa Perkasa (ESSA) akan menerbitkan surat utang US$ 450 juta


Sabtu, 15 Februari 2020 / 09:00 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) berniat menerbitkan surat utang dengan nilai US$ 450 juta. ESSA akan merilis surat utang ini lewat anak usahanya, PT Panca Amara Utama atau anak usahanya.

"Nilai rencana transaksi lebih dari 50% dari nilai ekuitas sehinga merupakan transaksi material dan memerlukan persetujuan pemegang saham,"  ungkap ESSA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (14/2).

Baca Juga: Tertekan Beban, Laba Bersih Surya Esa Perkasa (ESSA) Susut 2,5 Kali Lipat

Surat utang ini akan dijamin dengan seluruh aset yang dimiliki Panca Amara Utama, termasuk seluruh saham yang dimiliki Panca Amara Utama atau anak usahanya. ESSA akan menerbitkan surat utang dengan tenor maksimal tujuh tahun dengan tingkat bunga setinggi-tingginya 7,5% per tahun.

"Dengan asumsi dana hasil rencana transaksi akan diserap seluruhnya, Panca Amara Utama atau anak usaha yang menerbitkan surat utang, berencana menggunakan seluruh dana bersih setelah dikurangi komisi, biaya, dan pengeluaran untuk keperluan pembiayaan kembali (refinancing) seluruh utang Panca Amara Utama kepada International Finance Corporation dan sisanya untuk modal kerja Panca Amara Utama," ungkap ESSA.

Baca Juga: Utilitas Produksi Surya Esa Perkasa (ESSA) Hampir Penuh

Sekadar informasi, ESSA memiliki 0,58% saham Panca Amara Utama secara langsung dan 59,41% secara tidak langsung melalui PT Sepchem.

Atas rencana penerbitan surat utang ini, ESSA akan meminta restu pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa pada 4 Maret 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×