kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

SURGE Perluas Bisnis Edge Data Center, Bidik 529 PoP hingga 2026


Senin, 21 September 2026 / 17:31 WIB
SURGE Perluas Bisnis Edge Data Center, Bidik 529 PoP hingga 2026
ILUSTRASI. Solusi Sinergi Digital (WIFI) membangun jaringan fiber optik di Pulau Jawa. (Dok/WIFI)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) terus mengembangkan bisnis Edge Data Center seiring meningkatnya kebutuhan pemrosesan data yang lebih dekat dengan pengguna.

Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo mengatakan, prospek bisnis Edge Data Center cukup kuat karena didorong oleh pertumbuhan konsumsi video, layanan cloud, transaksi digital, Internet of Things (IoT), 5G, hingga artificial intelligence (AI).

Menurut dia, peningkatan trafik data membuat kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu memproses dan menyimpan data lebih dekat dengan pengguna semakin besar. Hal tersebut juga dapat membantu menekan latensi serta biaya bandwidth.

Baca Juga: Ekspansi Bisnis Kabel AI Data Center Panduit di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik

"Prospek Edge Data Center sangat kuat, didorong oleh pertumbuhan konsumsi video, layanan cloud, transaksi digital, IoT, 5G, dan AI yang membutuhkan pemrosesan data lebih dekat dengan pengguna," ujar Yune kepada Kontan, Senin (21/9).

Saat ini, emiten dengan kode saham WIFI di BEI ini mengembangkan Edge Data Center yang terintegrasi dengan ekosistem jaringan perusahaan, mulai dari backbone serat optik, fiber to the home (FTTH), 5G fixed wireless access (FWA), konektivitas korporasi hingga content delivery network (CDN). 

Yune menjelaskan, SURGE menempatkan Edge Data Center sebagai simpul digital di lokasi strategis yang terhubung langsung dengan backbone serat optik perusahaan.

Model tersebut ditujukan untuk menyediakan layanan Infrastructure as a Service (IaaS), colocation, hingga Software as a Service (SaaS), termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu keunggulan model tersebut adalah lokasi Edge Data Center yang lebih dekat dengan pengguna.

Baca Juga: Industri Data Center Bertumbuh Lebih Cepat

SURGE menempatkan sebagian infrastruktur di sepanjang koridor jalur kereta api sehingga dapat mendukung distribusi konten dan layanan digital dengan latensi yang lebih rendah.

Selain itu, konektivitas langsung dengan backbone serat optik dapat mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga.

SURGE juga berpotensi memperoleh pendapatan berulang dari sejumlah layanan, seperti colocation, konektivitas, CDN, edge cloud, disaster recovery, edge computing, hingga AI inference.

Dari sisi kapasitas, SURGE menyebut potensi jaringan Edge Data Center di Pulau Jawa dapat mencapai 454 Point of Presence (PoP). Potensi tersebut didukung perizinan di seluruh stasiun kereta api di sepanjang Pulau Jawa.

SURGE juga mulai melakukan ekspansi ke Pulau Sumatra dengan potensi sekitar 75 PoP yang ditargetkan aktif pada 2026. Dengan demikian, total potensi jaringan Edge Data Center SURGE pada akhir 2026 dapat mencapai 529 PoP.

Baca Juga: FOLK Masuk Bisnis Pendukung Data Center

Adapun dari sisi pelanggan, layanan Edge Data Center SURGE saat ini mencakup dua kelompok kebutuhan, yakni IaaS dan colocation serta SaaS.

Untuk IaaS dan colocation, pelanggan mencakup internet service provider (ISP), pelanggan usaha mikro, serta pengguna yang menyewa rak dan infrastruktur komputasi, storage, dan jaringan.

Sementara itu, layanan SaaS menyasar penyedia cloud service, UKM, serta pelanggan CDN untuk distribusi konten dan aplikasi.

Ke depan, SURGE akan berfokus meningkatkan utilisasi Edge Data Center melalui penambahan pelanggan dari berbagai segmen.

Yune mengatakan, perusahaan membidik pelanggan colocation, CDN, operator telekomunikasi, ISP, penyedia cloud, enterprise, dan segmen lainnya.

"Targetnya adalah meningkatkan utilisasi aset, pendapatan berulang, dan efisiensi jaringan, sekaligus memperkuat SURGE sebagai platform infrastruktur digital terintegrasi," kata Yune.

SURGE juga akan mengintegrasikan Edge Data Center dengan pertumbuhan FTTH dan 5G FWA. Selain itu, perusahaan mengembangkan sejumlah layanan seperti edge cloud, caching, disaster recovery, cybersecurity, IoT, dan AI inference.

Baca Juga: Lonjakan Investasi Data Center dan Kebutuhan Listrik

Menurut Yune, SURGE juga menyasar kebutuhan infrastruktur para pelaku dan operator Data Center serta pemain AI di Indonesia. Perusahaan mengandalkan backbone fiber, jaringan broadband, dan lokasi strategis yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Ke depan, SURGE akan mengembangkan solusi infrastruktur yang scalable dan berbasis kebutuhan pasar untuk mendukung ekspansi pelaku Data Center dan AI di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×