kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Suku bunga deposito turun, posisi rupiah loyo


Rabu, 13 Juni 2012 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak mentah membara dengan Brent berada di level tertinggi sejak Mei 2019


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sore ini, pergerakan rupiah keok terhadap mata uang AS. Padahal, dua hari sebelumnya, mata uang Garuda ini mencatatkan penguatan.

Asal tahu saja, pada pukul 17.00, rupiah melemah 0,2% menjadi 9.420 per dollar AS. Sementara itu, tingkat volatilitas rupiah dalam sebulan terakhir turun 25 basis poin ke level terendah dalam tiga pekan terakhir di posisi 12,5%.

Pelemahan rupiah terjadi setelah suku bunga yang ditawarkan oleh bank sentral untuk deposito dollar berjangka jatuh di bawah ekspektasi pasar. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, suku bunga untuk deposito dollar berjangkawaktu tujuh hari dan 14 hari pada hari ini berada di posisi 0,17% dan 0,18%. Angka tersebut lebih rendah daru suku bunga AS yakni 0,22% deposito berjangkawaktu satu pekan dan 0,23% untuk deposito berjangkawaktu 15 hari.

"Suku bunga deposit tidak sesuai ekspektasi pasar karena lebih rendah. Hal ini yang menyebabkan rupiah tertekan," jelas Taufan Tito, foreign exchange trader PT Bank Rakyat Indonesia di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×