kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Stern Resources berencana cari modal di BEI


Rabu, 26 Juli 2017 / 12:26 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Perusahaan properti asal Amerika Serikat (AS) Stern Resources berencana ekspansi ke Indonesia. Rencananya perusahaan akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

CEO Stern Resources Hartadinata Harianto mengatakan, pihaknya tertarik masuk ke pasar Indonesia setelah sukses membangun perusahaan real estate dan health care di negeri Paman Sam. "Kami lagi planing membuat rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia," ujarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/7).

Ekspansi di pasar Indonesia tidak hanya membangun saja, pihaknya juga akan melakukan akuisisi rumah sakit dan klinik. Selain itu Stern Resources juga akan melakukan investasi di bidang real estate. Namun, ia belum bisa merinci rencana tersebut, sebab perusahaan saat ini masih di AS dan belum masuk ke Indonesia.

Meskipun demikian, Hartadinata mengaku sudah merencanakan untuk mencari modal di BEI. Untuk itu, saat ini, Hartadinata beserta Managing Director of Stern Resources melakukan komunikasi awal dengan pejabat BEI. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan beberapa komunikasi dengan pengusaha-pengusaha Indonesia. "Rencananya dalam dua sampai tiga tahun ke depan kami akan IPO," katanya.

Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan membenarkan, Stern Resources berencana masuk ke pasar Indonesia yang potensial dan berencana memulai investasinya di Indonesia.

Menurut Nicky, Indonesia merupakan negara pertama yang dijajaki perusahaan tersebut dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. "Hal ini tentunya karena potensi pasar Indonesia yang besar di mana populasinya terbesar ke-4 di dunia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×