kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Spekulasi suplai melonjak, harga CPO terpangkas


Kamis, 02 Februari 2012 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Bersahabat, harga mobil bekas Datsun Go Plus Panca kini terendah Rp 50 jutaan


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Penurunan angka ekspor minyak sawit dari Malaysia memicu jatuhnya harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Kontrak minyak sawit untuk pengiriman April di Malaysia Derivatif Exchange terpangkas 0,7% ke level RM 3.058 atau setara US$ 1.012 per metrik ton, sebelum mengakhiri sesi perdagangan pagi di RM 3.063 per metrik ton. Dengan demikian, harga minyak sawit sudah terkoreksi untuk hari yang ketiga.

Akhir Januari lalu, surveyor Intertek melaporkan ekspor minyak sawit dari Malaysia pada Januari turun 12% menjadi 1,32 juta ton. Di tempat terpisah, Societe Generale de Surveillance menyebutkan, pengiriman dari Malaysia merosot 13% menjadi 1,29 juta ton. Penurunan angka ekspor itu memicu kekhawatiran suplai minyak sawit global bakal melonjak.

Vimala Reddy, analis Karvy Comtrade Ltd. mengekspektasikan, persediaan minyak sawit akan terus lebih tinggi di Malaysia seiring melemahnya ekspor.

"Produksi akan meningkat mulai Maret, dan pedagang sudah melihat skenario itu," imbuh Ryan Long, vice president of futures and options dari OSK Investment Bank Bhd., di Kuala Lumpur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×