kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

S&P 500 dan Dow Jones mundur dari rekor tertinggi, terseret Home Depot dan Kohl’s


Selasa, 19 November 2019 / 23:23 WIB
S&P 500 dan Dow Jones mundur dari rekor tertinggi, terseret Home Depot dan Kohl’s
ILUSTRASI. Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., November 11, 2019. REUTERS/Brendan McDermid

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks acuan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mundur setelah menyentuh level tertinggi pada awal perdagangan Selasa (19/11). Terpukul oleh prediksi negatif dari kinerja pengecer Home Depot dan Kohl’s.

Mengutip Reuters, pukul 10:30 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 64,44 poin atau 0,23% pada 27.971,78, S&P 500 turun 2,46 poin atau 0,08% pada 3.119,57, dan Nasdaq Composite naik 11,13 poin atau 0,13% pada 8.561,07.

Saham perusahaan perkakas terbesar di Amerika Serikat (AS) Home Depot turun 5,3% dan menjadi pemberat utama bagi dua indeks acuan. Home Depot memangkas perkiraan penjualan 2019 untuk kedua kalinya karena sisi online tidak memberikan seperti yang diharapkan.

Baca Juga: Lagi, Trump protes kepada Gubernur The Fed soal suku bunga yang tinggi

Selanjutnya, saham Kohl's Corp merosot 17,8% karena operator department store memangkas perkiraan laba tahunan setelah penjualan dan perkiraan pendapatannya jatuh.

Tercatat, enam  dari 11 sektor indeks S&P 500 memerah, dengan penurunan 1% indeks diskresioner konsumen menjadi yang paling dalam. Saham ritel lainnya juga jatuh karena berita tersebut, mendorong indeks ritel S&P 500 turun 1,2%.

Di sisi lain, pasar tengah menunggu laporan dari Lowe's Cos Inc, Target Corp, dan Nordstrom Inc pekan ini.

"Saat ini sentimen konsumen masih kuat tetapi itu tidak berarti akan mencerminkan pendapatan setiap pengecer," kata Randy Frederick, vice president of trading and derivatives Charles Schwab di Austin dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Wall Street naik, investor menunggu kejelasan negosiasi dagang




TERBARU

×