kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Sinyal perbaikan UNTR belum terlihat


Senin, 15 Februari 2016 / 20:37 WIB
Sinyal perbaikan UNTR belum terlihat


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh emiten yang berkaitan dengan industri batubara tahun ini. PT United Tractors Tbk (UNTR) misalnya. Perseroan masih akan tertekan oleh sentimen negatif dari rendahnya harga batubara.

Kiswoyo Adi Joe, analis Saran Investa Mandiri bilang, prospek UNTR tahun ini tak akan jauh lebih baik dari tahun lalu. Alat berat masih menjadi core bisnis perseroan, dan sebagian besar penjualannya itu masuk ke sektor batubara. "Sementara, sektor batubara pun juga masih kelam," ujar Kiswoyo kepada KONTAN, (15/2).

Sebenarnya, UNTR sudah mulai melakukan diversifikasi bisnis guna menetralisir tekanan tersebut. Kabarnya, ke depan UNTR akan masuk ke tambang emas. Mengingat komoditas yang masih menjadi aset safe haven, maka hal ini tentunya menarik.

Lalu, UNTR juga sudah menguasai sebagian saham perusahaan konstruksi PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Tapi, ini semua baru bisa dirasakan efeknya untuk jangka panjang.

"ACST pengaruhnya juga masih kecil. Selama batubara masih mendominasi UNTR, UNTR masih berat," tandas Kiswoyo.

Melihat kondisi tersebut, Kiswoyo merekoemndasikan hold UNTR. Target harga berada di level Rp 17.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×