kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Singer Indonesia Berencana Stock Split


Jumat, 27 Maret 2009 / 09:42 WIB
Singer Indonesia Berencana Stock Split


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Distributor mesin jahit legendaris, PT Singer Indonesia Tbk (SING), ingin menambah jumlah saham yang beredar di pasar. Caranya, SING akan memecah nilai nominal sahamnya alias stock split dengan rasio 1:10.

Ini berarti harga setiap saham SING yang saat ini sebesar Rp 1.000 per saham akan menjadi sekitar Rp 100 per saham. Saat ini, total saham SING yang beredar di pasar berjumlah 7,97 miliar.

Nah, setelah stock split, total saham SING akan mencapai 79,72 miliar saham. "Kami akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 April 2009," kata Presiden Direktur SING Gino J. Korompis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/3).

Kini pemegang saham SING adalah Singer BV yang memiliki 68% SING, Johny Basuki (9,07%), PT Mutiara Virgo (9,07%), dan publik (13,86%).

Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito menyatakan, SING juga harus mengantongi izin stock split dari BEI. Manajemen SING harus menjelaskan tujuan serta alasan stock split tersebut. "Kalau penyebaran saham publiknya sedikit, dipecah sebanyak apa pun tetap tidak berpengaruh," tambah Eddy.

Selain berniat melakukan stock split, SING juga berniat berganti haluan bisnis, yakni dari penjualan mesin jahit ke bisnis jasa penyediaan dan penjualan bandwidth. Alasannya, belakangan ini penjualan mesin jahit makin seret.

SING memilih bisnis bandwidth, kata Gino, karena bisnis ini cukup menjanjikan. "Kebutuhan bandwidth akan semakin besar seiring kebutuhan internet yang makin tinggi," ujar Gino.

Tapi, sekali lagi, rencana ini harus melewati BEI, "Kami juga akan menilai kelangsungan usaha SING," kata Eddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×