kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Sinergi Multi (SMLE) Meracik Peluang Baru Lewat Bisnis Bahan Baku Pangan


Jumat, 16 Oktober 2026 / 15:27 WIB
Sinergi Multi (SMLE) Meracik Peluang Baru Lewat Bisnis Bahan Baku Pangan
ILUSTRASI. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) (KONTAN/Yuliana Hema)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) tengah menyiapkan babak baru pengembangan bisnis melalui penguatan lini manufaktur bahan baku pangan. Ini ditempuh dengan menggandeng mitra asal Denmark, Deniko, untuk mengembangkan PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom).

SMLE berencana melepas kepemilikannya di Sinarom sebesar 50% kepada Deniko melalui akuisisi saham. Ini diharapkan memperluas kemampuan produksi, memperkaya portofolio produk sekaligus membuka akses pasar internasional bagi bisnis bahan baku pangan SMLE.

Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo Siu Min menjelaskan kerja sama ini bukan pembentukan perusahaan patungan baru. Kedua pihak akan menggabungkan kapabilitas yang saling melengkapi untuk memperbesar peluang bisnis Sinarom.

Baca Juga: IHSG Ambruk 11%, Ancaman Turun Kasta MSCI Picu Risiko Dana Asing Kabur

“Tujuan akuisisi ini adalah untuk memperkuat Sinarom melalui gabungan kapabilitas, portofolio produk, jaringan, dan juga keahlian dari Deniko,” ujar Siu Min dalam paparan publik belum lama ini. 

Sinarom sendiri didirikan pada 2024 sebagai pusat pencampuran bahan baku atau blending sekaligus fasilitas aplikasi untuk mendukung kebutuhan pelanggan. Ini memungkinkan SMLE mengolah bahan baku impor menjadi campuran dengan nilai tambah lebih tinggi.

Sebelumnya, SMLE lebih banyak bergerak dalam perdagangan bahan baku makanan dan minuman, termasuk rempah-rempah, ekstrak, serta bahan fungsional. Kehadiran Sinarom menjadi pijakan untuk memperluas bisnis dari distribusi menuju kegiatan manufaktur.

Melalui fasilitas tersebut, SMLE mengembangkan produk perisa cair dan bubuk, campuran perisa, bumbu, minyak berbumbu, pasta bumbu, serta ekstrak botani. Pengembangan produk juga memanfaatkan rempah-rempah lokal yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah.

Namun, kemampuan Sinarom selama ini masih terbatas pada ekstrak, rempah, dan campuran minyak. SMLE belum memiliki pengetahuan teknis memadai untuk memproduksi solusi bahan baku bagi industri daging olahan maupun unggas.

Di sinilah Deniko berperan sebagai mitra strategis. Berdiri sejak 2001, perusahaan asal Denmark tersebut memiliki lebih dari 800 bahan baku dan pengalaman dalam menyediakan solusi untuk industri pengolahan daging serta unggas.

Deniko juga akan membawa keahlian formulasi, teknologi produksi, dan dukungan teknis yang dikembangkan melalui pengalaman panjang di pasar internasional. Ini diharapkan memperluas jangkauan produk Sinarom sekaligus meningkatkan standar kualitas produksinya.

Baca Juga: Kapolri: Bareskrim Akan Turun Tangan dalam Kasus Dugaan Pelanggaran Pasar Modal

Siu Min menuturkan, hubungan bisnis SMLE dan Deniko sebenarnya telah terjalin sejak 2017. Selama ini, SMLE memasarkan sejumlah produk Deniko di Indonesia, sehingga kemitraan terbaru menjadi kelanjutan kerja sama yang telah terbentuk.

“Dengan adanya Deniko mengambil alih 50% saham Sinarom, kami memiliki keyakinan bahwa bisnis Sinarom sendiri bisa ditingkatkan ke arah yang lebih besar,” kata Siu Min. 

Setelah transaksi, kepemilikan Sinarom akan terbagi masing-masing 50% antara SMLE dan Deniko. Meski kepemilikan setara, SMLE tetap menjadi pengendali manajemen sesuai kesepakatan kedua pihak.

Jika tidak ada aral melintang, Sui Min menargetkan proses akuisisi dapat rampung sekitar Januari atau Februari 2027. Namun, tahapan transaksi tetap mengikuti penyelesaian uji tuntas dan persyaratan yang berlaku.

Dari sisi pengembangan produk, kerja sama ini akan memperluas bisnis Sinarom ke lima kategori baru. Cakupannya meliputi solusi daging olahan dan unggas, mayones serta saus, produk susu dan es krim, pengolahan makanan laut, hingga bumbu makanan ringan.

Ekspansi tersebut membuka peluang bagi Sinarom untuk melayani kebutuhan industri pangan dengan formulasi yang lebih beragam. Deniko juga disebut bersedia memproduksi di Indonesia sejumlah produk yang selama ini dibuat di Belanda.

“Kami melihat pasar Deniko dan Sinarom sendiri sudah sekitar US$ 70 juta, berdasarkan analisis kompetitor yang kami terima,” tutur Sui Min. 

Meski begitu, angka tersebut merupakan gambaran pasar berdasarkan analisis kompetitor, bukan proyeksi pendapatan Sinarom. Manajemen SMLE menetapkan target kinerja finansial setelah transaksi karena masih menunggu hasil uji tuntas dan pemetaan pasar.

Saat ini, fasilitas Sinarom memiliki kapasitas produksi sekitar 195 ton per tahun dengan satu sif kerja, dan dapat mencapai 583 ton per tahun jika beroperasi tiga sif. Kapasitas tersebut menggambarkan kondisi sebelum pengembangan lanjutan bersama Deniko.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 18.027 per Dolar AS pada Jumat (16/10), Terlemah di Asia

Sui Min melihat peluang peningkatan kapasitas secara bertahap seiring bertambahnya permintaan pasar. Transfer pengetahuan dari Deniko akan mencakup formulasi, bahan baku, tata letak manufaktur, serta proses produksi untuk memenuhi standar internasional.

Sinarom juga akan dipersiapkan memenuhi standar kualitas internasional, termasuk sertifikasi IFS dan ISO. Penguatan standar tersebut diharapkan memperbesar kepercayaan pelanggan sekaligus membuka peluang untuk memasok produk ke pasar yang lebih luas.

Untuk ekspansi geografis, SMLE akan memprioritaskan pasar Indonesia terlebih dahulu sebelum merambah Asia Tenggara, Asia Timur, dan Timur Tengah. Strategi bertahap ini disusun dengan memanfaatkan pemahaman pasar domestik milik SMLE dan jaringan internasional Deniko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×