kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Simak strategi Ciputra Development (CTRA) menghadapi kelebihan pasokan perkantoran


Kamis, 15 Agustus 2019 / 13:46 WIB
Simak strategi Ciputra Development (CTRA) menghadapi kelebihan pasokan perkantoran
ILUSTRASI. CIPUTRA WORLD

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) merilis pertumbuhan pasokan properti komersial pada kuartal II-2019 didominasi oleh penambahan lahan industri dan hotel. Keduanya masing-masing tumbuh 7,3% yoy dan 4,68% yoy. 

Kendati begitu, pada dua kuartal ini permintaan justru terlihat meningkat dari segmen convention hall yang tumbuh 12,85% yoy dan perkantoran yang tumbuh 4,59% yoy. Sedangkan permintaan di segmen lain seperti hotel malah turun 3,74% yoy dan permintaan lahan industri hanya tumbuh 1,63% yoy. 

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) menyebut pendapatan semester I masih sesuai target

Pertumbuhan permintaan tersebut tak sebanding dengan pertumbuhan pasokan. Pasokan kantor pada kuartal II-2019 hanya tumbuh 3,43% yoy sedangkan convention hall hanya tumbuh 3,82% yoy. 

Direktur Independen PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengatakan saat ini pihaknya masih fokus dalam pengembangan residensial. Sebab untuk perkantoran, menurutnya kondisi saat ini masih over supply seiring dengan masih banyaknya unit perkantoran yang barus selesai dibangun. 

"Dari berbagai studi konsultan, diperkirakan perkantoran akan turn around pada 2021," jelas dia saat dihubungi Kontan, Senin (12/8). 

Adapun, pada semester dua ini, CTRA akan merilis empat proyek baru. Proyek tersebut adalah perumahan di Puri Semanan, township di Sentul, apartemen di Ciracas dan proyek mixed-use di Driyorejo, Gresik. 

Baca Juga: Semester I-2019, laba bersih Ciputra (CTRA) naik 68,24% jadi Rp 296,44 miliar

Selain itu, bila melihat laporan keuangan CTRA per Semester I-2019, pendapatan CTRA  didominasi oleh rumah hunian dan ruko yang mencapai 49,21% dari total pendapatan atau sebesar Rp 1,55 triliun.

Sedangkan pendapatan dari kantor neto dan dari pihak ketiga secara total sebesar Rp 309,02 miliar atau setara 9,82% dari seluruh total pendapatan semester satu. 



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×