kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Simak saham konstruksi yang direkomendasikan analis Sinarmas Sekuritas untuk 2019


Senin, 17 Desember 2018 / 22:18 WIB
Simak saham konstruksi yang direkomendasikan analis Sinarmas Sekuritas untuk 2019
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analis Sinarmas Sekuritas Anthony Angkawijaya mengatakan, meskipun anggaran infrastruktur di APBN 2019 mengalami sedikit naik menjadi Rp 400 juta, namun belum cukup membawa prospek positif bagi emiten yang menggarap proyek turnkey tahun depan.

"Kalau membahas proyek turnkey, lebih ke operating cashflow emiten yang melemah, karena di proyek turnkey, pembayaran baru dilakukan setelah proyek selesai," kata Anthony kepada Kontan.co.id, Senin (17/12).

Menurutnya, kenaikan anggaran infrastruktur di 2019, bakal memberikan dampak terhadap kinerja emiten konstruksi. Ini karena akan ada pertumbuhan kontrak baru yang tidak sepesat dulu (secara year on year).

Dengan begitu, untuk tahun depan Anthony memperkirakan sektor konstruksi cenderung lebih ke sideline. Sehingga, investor disarankan untuk menunggu hingga ada kejelasan lebih lanjut tentang pertumbuhan kontrak dan operating cashflow yang membaik. Walaupun secara price earnings (PE), valuasi sektornya masih terhitung murah.

"Saya melihat, WIKA berpotensi untuk melanjutkan pertumbuhan, dikarenakan gearing ratio masih di kisaran 1 dan emiten tersebut mempunyai exposure ke jenis jenis pekerjaan yang beragam. Ditambah lagi, adanya kontrak pekerjaan di luar negeri," ungkapnya.

Untuk itu, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan investor untuk buy saham WIKA, dengan target harga di 2019 yakni Rp 2.210. Sedangkan secara fundamental, Anthony menganjurkan investor untuk fokus melihat pertumbuhan kontrak BUMN karya, leverage, operating cashflow dan valuasi.

"Adapun untuk dampak tahun politik, kami kira netral. Itu tergantung APBN tahun tahun berikutnya, dan agenda politik masing masing calon presiden," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×