kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Simak Proyeksi Rupiah Hari Ini (3/3), Efek Eskalasi di Timur Tengah Jadi Pemberat


Selasa, 03 Maret 2026 / 04:50 WIB
Simak Proyeksi Rupiah Hari Ini (3/3), Efek Eskalasi di Timur Tengah Jadi Pemberat


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (3/3/2026).

Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,48% secara harian ke Rp 16.868 per dolar AS pada Senin (2/3/2026). 

Sejalan, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,41% secara harian ke Rp 16.848 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah dan mata uang regional maupun dunia diperkirakan masih tertekan oleh sentimen risk off dari eskalasi di Timur Tengah. BI diharapkan akan kembali mengintervensi. 

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Emas, Target Jangka Pendek US$ 5.750

“Tidak ada data ekonomi penting dari dalam maupun luar untuk besok, walau ada data penting dari AS yaitu manufaktur ISM, namun diperkirakan tidak akan banyak mempengaruhi dolar AS,” ucap Lukman kepada Kontan, Senin (2/3/2026). 

Lukman memperkirakan, rupiah pada hari ini (3/3/2026) bergerak dikisaran Rp 16.800 – Rp 17.000 per dolar AS. 

Sejalan, Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rilis data Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia tak bisa meredam pelemahan rupiah.

Meski PMI Manufaktur melanjutkan penguatan ke level 53,8 pada Februari 2026 dari bulan sebelumnya yang berada di angka 52,6. Peningkatan PMI manufaktur utamanya didorong oleh percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia. 

“Permintaan baru naik selama 7 bulan berturut-turut, dengan tingkat pertumbuhan di posisi paling kuat sejak November 2025,” ucap Ibrahim. 

Baca Juga: BEI Jatuhkan 3.040 Sanksi untuk 453 Emiten Sepanjang 2025, Masalah Ini Paling Banyak

Berdasarkan laporan peserta survei, jumlah pelanggan naik dan kepercayaan diri membaik. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan total permintaan baru terjadi secara luas, seiring produsen manufaktur Indonesia mencatat kembali peningkatan pesanan ekspor baru untuk pertama kali dalam 6 bulan. Kenaikan pada permintaan ekspor baru merupakan yang paling tajam sejak Mei 2022. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (3/3/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.860 – Rp 16.910 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×