Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro
JAKARTA. Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) harus bekerja lebih keras lagi. Sebab, dalam laporan keuangan kuartal ketiga tahun lalu yang baru dirilis Senin (19/1), pendapatan bersih BUMI kembali melorot 17,42% year on year (yoy) menjadi US$ 2,18 miliar.
BUMI mengupayakan segala cara untuk melunasi utangnya dan mengurangi beban bunga yang membengkak, termasuk menjual anak usaha. Upaya itu membuat entitas Grup Bakrie ini mencatatkan untung tipis pada kuartal III 2014.
Laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$ 13,3 juta. Angka ini membaik dibanding kuartal III 2013 yang tercatat rugi US$ 377,51 juta.
Untung tipis itu diperoleh karena ada transaksi penjualan saham anak usaha di Mountain Netherlands ke Sea Breeze I BV, afiliasi Country Forest Limited. Nilai penjualannya US$ 949,52 juta. Bottom line BUMI juga terbantu laba selisih kurs sebesar US$ 321.237. Di periode sama 2013, BUMI membukukan rugi kurs mencapai US$ 119,56 juta.
Sebelumnya, BUMI juga menjual saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS). BUMI menjual 50% kepemilikan saham di FBS kepada Jainson Holding Hong Kong Limited (Jainson) senilai US$ 130 juta. Transaksi itu BUMI tempuh melalui dua unit usaha khusus, Bumi Resources Investment dan Leap Forward Resources Ltd.
Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI mengklaim, ada perbaikan volume penjualan meski harga batubara masih lemah. "Secara fundamental membaik. Jika kami berhasil menyelesaikan utang, bottom line semakin bagus," kata dia kepada KONTAN, kemarin.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berupaya meraih untung tambahan dari pengolahan anode slime, produk sampingan pengolahan tembaga. Anode slime yang selama ini diekspor ke luar negeri bakal diolah menjadi emas di dalam negeri oleh ANTM.
Pengolahan itu menggunakan alat bernama Top Blown Rotary Converter (TBRC). ANTM merogoh US$ 500.000 untuk membeli alat itu. TBRC mampu mengolah 500 ton anode slime per tahun. Dengan asumsi rata-rata kandungan logam emas 1% di setiap ton anode slime, ANTM akan meraih tambahan 5 ton emas per tahun.
Direktur Operasi ANTM Tedy Badrujaman mengatakan, ANTM bakal meraih cuan besar jika teknologi ini bisa diaplikasikan di dalam negeri. Pasalnya, produk yang dihasilkan dari TBRC bisa menambah 50% dari total produksi ANTM selama ini.
Sebagai gambaran, pada 2014, ANTM menargetkan produksi emas 8 ton. "Tambahan emas murni dari pengolahan anode slime akan sangat besar dan menguntungkan," ujar Tedy, Senin (19/1).
PT Sentul City Tbk (BKSL)
Pelemahan bisnis properti tahun lalu berimbas terhadap kinerja PT Sentul City Tbk (BKSL). Sepanjang tahun 2014, BKSL hanya mencatatkan prapenjualan atau marketing sales sekitar Rp 1,64 triliun atau 86,3% dari target tahun 2014 yang senilai Rp 1,9 triliun.
Sebagai induk usaha, BKSL menyumbang Rp 1,14 triliun atau 70% total marketing sales. Sisanya bersumber dari anak usaha, PT Bukit Jonggol Asri (Sentul Nirwana dan Serpong Natura City).
Kontribusi marketing sales BKSL didominasi proyek landed house sekitar 79%, sedangkan 21% sisanya berasal dari proyek high rise atau hunian vertikal.
Michael Tene, Hubungan Investor BKSL, mengatakan bahwa manajemen tak mampu memenuhi target tahun lalu lantaran tekanan eksternal. Gejolak tahun politik dan kenaikan bunga bank menyebabkan sejumlah investor menahan diri.
Kendati tahun lalu tak sesuai target, BKSL tahun ini berniat menggeber sejumlah ekspansi. Emiten properti ini memasang target marketing sales Rp 2 triliun, naik 22% daripada tahun lalu.
PT Buana Listya Tama Tbk (BULL)
Setelah terkena denda berlapis, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) akhirnya menyampaikan laporan keuangan periode kuartal ketiga tahun lalu.
Emiten pelayaran ini masih mencetak laba bersih US$ 475.537. Angka ini anjlok ketimbang periode sama 2013 senilai US$ 11,35 juta. Adapun pendapatannya menyusut 7% menjadi US$ 33,71 juta.
Kepada BULL, otoritas BEI menjatuhkan peringatan tertulis I, peringatan tertulis II dan denda Rp 50 juta. Lalu peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta. Sebab, BULL mengubah rencana yang semula ingin menyampaikan laporan keuangan diaudit menjadi laporan tak diaudit dan tak ditelaah terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













