kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Setelah Garuda, Menteri BUMN dorong PGN terbitkan KIK EBA


Selasa, 31 Juli 2018 / 14:44 WIB
Pencatatan perdana Efek Beragun Aset Mandiri GIAA01


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa BUMN menerbitkan skema pendanaan utang melalui sekuritisasi aset atau Efek Beragun Aset (EBA). Diharapkan, BUMN lain dapat mengikuti jejak ini karena dari sisi neraca keuangan akan mengurangi beban utang.

Yang terbaru adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah resmi mencatatkan EBA yang bernama GIAA01 dengan nilai sebesar Rp 2 triliun. Sebelumnya PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah menerbitkan EBA.

Rini Soemarno, Menteri BUMN mengatakan, skema EBA ini baik untuk pendanaan karena secara pencatatan ini dianggap bukan utang jadi tidak memberikan dampak untuk rasio debt equity pada neraca keuangan.

“EBA ini asetnya adalah penjualan atau pendapatan dari tiket atau calon pemasukan yang sudah pasti. Investor menyambut baik juga,” ujar Rini di Bursa Efek Indonesia, Selasa (31/7).

Ke depannya, tidak menutup kemungkinan BUMN lain seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk menerbitkan skema ini. Menurut Rini, penjualan gas milik PGN ke konsumen bisa dilakukan untuk sekuritisasi aset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×