kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Sentimen negatif dari China


Kamis, 14 November 2013 / 06:26 WIB
Sentimen negatif dari China
ILUSTRASI. P2P Lending


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Bursa regional Asia melemah, Rabu (13/11). Hal itu tecermin dari indeks MSCI Asia Pasifik yang menurun 0,9% ke level 138,50. Bursa saham utama seperti Nikkei tercatat melemah 0,15% ke 14.567,16. Pun begitu indeks Hang Seng turun 1,91% ke 22.463,83.

Analis Trust Securities, Yusuf Nugraha bilang, bursa Asia melemah karena dampak negatif dari rapat Partai Komunis China selama empat hari.

Pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi bagi pertumbuhan ekonomi China yang melambat. "Hasil pertemuan disambut negatif karena tidak ada antisipasi terhadap pertumbuhan ekonomi yang melambat sampai akhir tahun ini," kata dia.

Pelaku pasar sebenarnya berharap, ada paket kebijakan reformasi ekonomi China dalam berbagai bentuk termasuk stimulus. Sebetulnya, data manufaktur Jepang membaik, terlihat permintaan mesin untuk ekspor yang naik dari 10,3% menjadi 11,4%. Tapi ternyata, data tersebut tak mampu mengangkat bursa Asia secara umum.

Andry Zakarias Siregar, analis BNI Securities bilang, bursa Asia masih terpengaruh dengan sentimen negatif dari spekulasi kebijakan tapering The Fed.

Hari ini, pelaku pasar menunggu testimoni calon kuat pengganti gubernur Ben Bernanke yakni Janet Yellen. Pasar masih wait and see apakah stimulus dipertahankan atau tidak. Namun, Yellen terkenal pro stimulus

Secara teknikal, bursa regional akan bearish namun sudah jenuh jual, jadi ada peluang rebound. Yusuf memperkirakan, bursa Asia, hari ini. akan cenderung melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×