kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Sentimen global buat loyo rupiah


Kamis, 21 Juni 2012 / 22:03 WIB
ILUSTRASI. Penyebab laba Sreeya Produce (SIPD) anjlok 63,86% di kuartal I 2021


Reporter: Marantina | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Awan gelap masih membayangi nilai tukar rupiah. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatatkan rupiah melemah 0,11% ke Rp 9.473. Sedangkan di pasar spot rupiah melemah 0,5% ke Rp 9.482 per dollar AS.

Apressyanti Shentaury, analis BNI, menuturkan pelemahan disebabkan turunnya data manufaktur China ke level 48,1 dibandingkan sebelumnya 48,4. Ini menjadi sinyal pertumbuhan ekonomi global masih suram.

Tapi untungnya, BI segera masuk dan mampu menahan nilai tukar dollar AS agar tak terus menguat. Namun, kebutuhan dollar di pasar tinggi cukup mengkhawatirkan. Karena itu bisa menyebabkan rupiah kembali melemah.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures, mengatakan pelemahan rupiah terjadi seiring laju ekspor yang merosot. Hal ini dipicu perlambatan ekonomi di China, Amerika Serikat dan Eropa setelah downgrade perekonomian global oleh Bank Dunia pekan lalu.

Karena itu, Albertus menduga nilai tukar dollar AS masih di kisaran 9.435 - 9.505. Sedangkan Apressyanti prediksi nilai tukar dollar bergerak di kisaran Rp 9.415 – Rp 9.485 cenderung melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×