kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Sentimen global buat loyo rupiah


Kamis, 21 Juni 2012 / 22:03 WIB
ILUSTRASI. Penyebab laba Sreeya Produce (SIPD) anjlok 63,86% di kuartal I 2021


Reporter: Marantina | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Awan gelap masih membayangi nilai tukar rupiah. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatatkan rupiah melemah 0,11% ke Rp 9.473. Sedangkan di pasar spot rupiah melemah 0,5% ke Rp 9.482 per dollar AS.

Apressyanti Shentaury, analis BNI, menuturkan pelemahan disebabkan turunnya data manufaktur China ke level 48,1 dibandingkan sebelumnya 48,4. Ini menjadi sinyal pertumbuhan ekonomi global masih suram.

Tapi untungnya, BI segera masuk dan mampu menahan nilai tukar dollar AS agar tak terus menguat. Namun, kebutuhan dollar di pasar tinggi cukup mengkhawatirkan. Karena itu bisa menyebabkan rupiah kembali melemah.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures, mengatakan pelemahan rupiah terjadi seiring laju ekspor yang merosot. Hal ini dipicu perlambatan ekonomi di China, Amerika Serikat dan Eropa setelah downgrade perekonomian global oleh Bank Dunia pekan lalu.

Karena itu, Albertus menduga nilai tukar dollar AS masih di kisaran 9.435 - 9.505. Sedangkan Apressyanti prediksi nilai tukar dollar bergerak di kisaran Rp 9.415 – Rp 9.485 cenderung melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×