kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   27,00   0,16%
  • IDX 7.098   -86,70   -1,21%
  • KOMPAS100 981   -11,96   -1,20%
  • LQ45 719   -7,62   -1,05%
  • ISSI 253   -3,61   -1,40%
  • IDX30 391   -2,60   -0,66%
  • IDXHIDIV20 485   -2,28   -0,47%
  • IDX80 111   -1,18   -1,05%
  • IDXV30 134   -0,30   -0,22%
  • IDXQ30 127   -0,93   -0,73%

Sempat melorot, bursa AS ditutup datar


Rabu, 12 Juli 2017 / 05:39 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Menjelang testimoni Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen di depan Kongres hari ini, pasar saham AS ditutup mendatar. Sentimen pasar lain yang mempengaruhi adalah faktor politik, yakni kelanjutkan kasus pertemuan Donald Trump Jr dengan satu pengacara Rusia.

Indeks Dow Jones hanya naik 0,55 poin atau hampir 0%. Nasdaq masih melaju dengan kenaikan 16,9 poin atau 0,27%. Sedangkan S&P 500 turun tipis 0,19 poin atau 0,08%.

Meski ditutup datar, perdagangan saham di bursa AS hingga dini hari tadi terhitung volatile. Bahkan, Dow Jones turun hingga 100 poin pada awal perdagangan.

Nilai tukar dollar AS turun terhadap euro. Harga kontrak emas naik. Sedangkan imbal hasil obligasi AS turun. 

Donald Trump Jr mengungkapkan email yang berisi dukungan Rusia untuk ayahnya pada kampanye pemilihan presiden tahun lalu dan menawarkan informasi yang bisa menurunkan reputasi Hillary Clinton.

Anjloknya pasar saham di awal perdagangan akhirnya berkurang setelah Mitch McConnell, anggota senat dari Partai Republik mengumumkan penundaan reses dua pekan untuk memberi waktu lebih panjang bagi pekerjaan legislasi senat. "Penundaan ini menunjukkan komitmen untuk perubahan yang kemungkinan berpengaruh ke pasar," kata Brad McMillan, chief investment officer Commonwealth Financial kepada Reuters.

S&P 500 Energy Index terdongkrak kenaikan harga minyak yang masih berlanjut hingga Selasa. Antisipasi pasar juga berada di saham-saham JPMorgan Chase, Wells Fargo, dan Citigroup yang akan mengumumkan kinerja Jumat ini.

Kabar pasar lainnya, harga saham Snap Inc kembali turun setelah Morgan Stanley menurunkan rekomendasi saham ini. Sebelumnya Credit Suisse menurunkan target harga Snap dari US$ 30 menjadi US$ 25 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×