kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Sempat melorot, bursa AS ditutup datar


Rabu, 12 Juli 2017 / 05:39 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Menjelang testimoni Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen di depan Kongres hari ini, pasar saham AS ditutup mendatar. Sentimen pasar lain yang mempengaruhi adalah faktor politik, yakni kelanjutkan kasus pertemuan Donald Trump Jr dengan satu pengacara Rusia.

Indeks Dow Jones hanya naik 0,55 poin atau hampir 0%. Nasdaq masih melaju dengan kenaikan 16,9 poin atau 0,27%. Sedangkan S&P 500 turun tipis 0,19 poin atau 0,08%.

Meski ditutup datar, perdagangan saham di bursa AS hingga dini hari tadi terhitung volatile. Bahkan, Dow Jones turun hingga 100 poin pada awal perdagangan.

Nilai tukar dollar AS turun terhadap euro. Harga kontrak emas naik. Sedangkan imbal hasil obligasi AS turun. 

Donald Trump Jr mengungkapkan email yang berisi dukungan Rusia untuk ayahnya pada kampanye pemilihan presiden tahun lalu dan menawarkan informasi yang bisa menurunkan reputasi Hillary Clinton.

Anjloknya pasar saham di awal perdagangan akhirnya berkurang setelah Mitch McConnell, anggota senat dari Partai Republik mengumumkan penundaan reses dua pekan untuk memberi waktu lebih panjang bagi pekerjaan legislasi senat. "Penundaan ini menunjukkan komitmen untuk perubahan yang kemungkinan berpengaruh ke pasar," kata Brad McMillan, chief investment officer Commonwealth Financial kepada Reuters.

S&P 500 Energy Index terdongkrak kenaikan harga minyak yang masih berlanjut hingga Selasa. Antisipasi pasar juga berada di saham-saham JPMorgan Chase, Wells Fargo, dan Citigroup yang akan mengumumkan kinerja Jumat ini.

Kabar pasar lainnya, harga saham Snap Inc kembali turun setelah Morgan Stanley menurunkan rekomendasi saham ini. Sebelumnya Credit Suisse menurunkan target harga Snap dari US$ 30 menjadi US$ 25 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×