kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Selamat Sempurna (SMSM) Yakini Prospek Bisnis Tahun 2023 Tetap Positif


Senin, 23 Januari 2023 / 06:30 WIB
Selamat Sempurna (SMSM) Yakini Prospek Bisnis Tahun 2023 Tetap Positif


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), produsen komponen filter dan radiator, meyakini prospek bisnis pada tahun 2023 tetap positif terlepas masih adanya ketidakpastian makroekonomi global.

Chief Financial Officer Selamat Sempurna Ang Andri Pribadi menyampaikan, tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10%.

Dari sisi bottom line, perusahaan ini menargetkan dapat mempertahankan margin laba yang telah dicapai pada tahun sebelumnya.

Proyeksi ini sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan pertumbuhan penjualan SMSM pada 2022 yakni sebesar 15%.

Asal tahu saja, hingga kuartal III-2022, penjualan neto SMSM naik 20,86% year on year (YoY) menjadi Rp 3,65 triliun. Di periode yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SMSM meningkat 29,91% menjadi Rp 639,08 miliar.

Andri menilai, kinerja SMSM tahun ini sangat dipengaruhi oleh kondisi dan situasi perekonomian global sebagai dampak dari konflik Rusia-Ukraina, krisis energi dunia yang memicu kenaikan inflasi secara masif, kekhawatiran peningkatan agresif suku bunga global, hingga ancaman resesi global.

Baca Juga: Tahun Ini, Superkrane Mitra Utama (SKRN) Incar Pertumbuhan Pendapatan 10%-20%

“Volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga akan mempengaruhi nilai penjualan dan margin laba perusahaan,” ujar dia, Jumat (13/1).

Wajar apabila SMSM sangat waspada terhadap faktor-faktor terkait perekonomian global tersebut. Sebab, mayoritas atau sekitar 70% kontribusi penjualan SMSM berasal dari pasar ekspor. Pada dasarnya, SMSM memandang bahwa pasar ekspor dan domestik memiliki potensi yang sama untuk dikembangkan.

“Tetapi, bila dilihat dari sisi ukuran pasar, maka potensi ekspor tetap lebih besar dibandingkan domestik,” imbuh Andri.

Upaya mitigasi coba dilakukan oleh SMSM, terutama dengan mempertimbangkan aspek manajemen risiko dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memperkuat kondisi keuangan. SMSM juga mengoptimalisasikan aset, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan bisnis, sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran yang ada.

Lebih lanjut, guna meningkatkan kinerja pada tahun ini, SMSM berfokus melakukan kerja sama dengan distributor baik di pasar domestik maupun ekspor sebagai langkah untuk pengembangan pasar.

SMSM juga berupaya terus memenuhi permintaan produk secara tepat waktu. Tak ketinggalan, perusahaan ini juga selalu memastikan terjaganya ketersediaan bahan baku pembuatan filter dan komponen.

Andri menambahkan, SMSM menyediakan capital expenditure (capex) tahunan sebesar Rp 150 miliar. Penggunaan capex tersebut antara lain untuk pemeliharaan seperti line-balancing, peremajaan mesin, dan penambahan mould-die.

 

“Sampai saat ini, kami belum ada rencana ekspansi seperti perluasan kapasitas produksi,” tandas dia.

Sebagai informasi, SMSM memproduksi filter di pabriknya yang berlokasi di Tangerang dengan kapasitas 96 juta pieces per tahun. Perusahaan ini juga memiliki fasilitas produksi radiator di Kapuk yang berkapasitas 1,95 juta pieces per tahun.

SMSM pun memiliki sejumlah perusahaan original equipment manufacture (OEM) yang menjadi pelanggannya. Di antaranya adalah Carrier, Daihatsu, Hyundai, Isuzu, Kohler, Manitou, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Suzuki, Vestas, Volvo, Yanmar, dan lain sebagainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×