kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Selain kedatangan vaksin, ini sentimen yang bikin IHSG menguat dua hari terakhir


Selasa, 08 Desember 2020 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat 0,23% ke level 5.944,409 pada perdagangan Selasa (8/12). Penguatan ini melengkapi pergerakan IHSG yang menguat 2,07% pada perdagangan Senin (7/12).

Meski demikian, hari ini investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell). Tercatat, jumlah net sell asing mencapai  Rp 736,16 miliar di seluruh pasar.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG dalam dua hari ini sebetulnya masih seputar sentimen kedatangan vaksin yang memberikan harapan terhadap penanganan Covid-19 yang lebih cepat di Tanah Air. Di sisi lain, data-data perekonomian yang dirilis cukup baik, meskipun posisi cadangan devisa kemarin menurun tipis.

Untuk diketahui, posisi cadangan devisa pada akhir November 2020 sebesar US$ 133,6 miliar, turun tipis dari US$ 133,7 miliar pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: IHSG hampir sentuh level 6.000 pada Selasa (8/12), asing catat net sell 736,16 miliar

Meskipun hari ini masih menguat, IHSG sempat mengalami koreksi pada awal perdagangan. Tercatat, IHSG sempat melemah ke level 5.911,098 sebelum akhirnya ditutup di zona hijau. 

Herditya menilai, koreksi yang terjadi  pada indeks memang cukup wajar.

“Selain aksi profit taking, secara teknikal dalam jangka pendek memang penguatan IHSG sudah relatif terbatas dan rentan koreksi,” terang Herditya kepada Kontan.co.id, Selasa (8/12).

Sementara itu, kata Herditya, kenaikan IHSG akhir-akhir ini didorong oleh penguatan bursa global serta harga komoditas yang juga menguat. Di sisi lain, adanya harapan akan suntikan stimulus di Amerika Serikat (AS) diharapkan bisa menggerakkan kembali perekonomian di tengah pandemi. 

Selanjutnya: IHSG menguat 0,23% ke 5.944 pada Selasa (8/12), asing lepas saham ICBP, ASII, INDF

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×