kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Sejumlah perusahaan menunda IPO di BEI, ini penyebabnya menurut analis


Rabu, 27 November 2019 / 20:35 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pencatatan saham perdana IPO di Bursa Efek Indonesia BEI Jakarta, Rabu (28/9).


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini sejumlah perusahaan menunda penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Selain itu, perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini didominasi dengan emisi kecil. 

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat, mengatakan, dalam dua tahun ini pasar memang tidak bagus. Pada 2018 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 2,54% dalam setahun. Sedangkan sejak awal tahun ini hingga Rabu (27/11) IHSG sudah turun 2,77% ke level 6,023.19.

Baca Juga: Investor AS mulai rajin mengoleksi saham Manchester City

"Nah dalam kondisi ini, mau IPO apapun juga tidak akan laku. Penjamin emisi akan sulit mencari orang yang mau menyerap sebesar itu. Karena memang kondisi pasar buruk," ujar Teguh saat dihubungi Kontan, (27/11). 

Teguh menambahkan, dalam dua tahun ini bursa saham memang sedang banyak dirundung masalah. Terutama karena banyak investor asing yang menjual portofolionya (net sell). Teguh mencatat total net sell dalam dua tahun ini mencapai sekitar Rp 100 triliun.

Baca Juga: Simak rekomendasi analis untuk saham-saham jawara markets caps




TERBARU

[X]
×